Mudah Lelah dan Stress Saat Bekerja? Waspada Burn Out

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-overtime-sibuk-kerja-lembur-stress-memunda-pekerjaan-wanita-resiko-jantung-resiko-kesehatan-wanita-karir

DokterSehat.Com– Tak hanya demi memenuhi kebutuhan ekonomi, bekerja adalah tempat bagi banyak orang untuk mengekpresikan diri atau bersosialisasi dengan banyak orang. Sayangnya, karena tuntutan pekerjaan yang tinggi, banyak orang yang mulai mudah merasa lelah atau stress karena pekerjaan tersebut. Jika kita mulai sering merasakan hal tersebut hingga akhirnya kesulitan untuk melakukan pekerjaan atau berbagai hal lainnya dengan benar, bisa jadi kita sudah terkena burn out.

Burn out sendiri adalah sebuah istilah psikologis yang dialami oleh banyak pekerja modern. Mereka yang terkena burn out ini biasanya mengalami perasaan gagal atau lesu akibat tuntutan pekerjaan yang sangat tinggi dan menguras tenaga sekaligus kemampuannya. Biasanya, mereka yang mengalami burn out ini sangat mudah merasa lelah dan tak lagi bersemangat untuk bekerja. Tak hanya itu, mereka bahkan seperti mengalami penurunan mood atau bahkan mulai terkena depresi.

Lantas, seperti apakah tanda-tanda dari burn out yang perlu kita waspadai? Pakar kesehatan menyebutkan bahwa masalah kesehatan ini bisa membuat kita mengalami rasa lelah yang luar biasa, mudah merasa frustrasi, sulit mengendalikan emosi, tidak bisa merasa puas, selalu terbayang-bayang pekerjaan meskipun sudah berada di kantor, performa kerja yang semakin menurun, mengalami gangguan konsentrasi dan daya ingat, hingga akhirnya menurunkan kesehatan fisik dengan signifikan.

Jika kita mulai mengalami hal tersebut, ada baiknya jangan memaksakan diri untuk terus bekerja karena bisa berimbas buruk bagi kesehatan tubuh dan juga pikiran. Cobalah untuk mengambil cuti atau liburan sejenak dan lakukan hal yang kita sukai. Selain itu, cobalah untuk beristirahat dengan total dan benar-benar melepaskan diri dari berbagai urusan pekerjaan. Jika mood kita sudah mulai membaik, cobalah untuk membuat rencana atau prioritas yang ingin kita lakukan di masa depan. Dengan melakukan hal ini, kita pun bisa kembali bersemangat untuk melakukan berbagai aktifitas.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Ibu Hamil yang Terkena Obesitas Beresiko Melahirkan Anak Dengan Epilepsi

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-kehamilan-mengecat-rambut-berbahaya

DokterSehat.Com– Banyak ibu hamil yang memilih untuk mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya karena berpikir bahwa Ia harus memenuhi kebutuhan dua orang di tubuhnya; yakni untuk dirinya sendiri dan janin. Padahal, hal ini bisa membuat mereka mengalami kenaikan berat badan yang berlebihan saat hamil. Tak hanya tidak sehat, kondisi obesitas bagi ibu hamil ternyata juga akan meningkatkan resiko melahirkan bayi yang terkena epilepsi. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Sebuah penelitian menghasilkan fakta dimana anak yang terlahir dari ibu dengan kadar BMI antara 25 hingga 30 saat hamil memiliki resiko terkena epilepsi lebih tinggi 11 persen dari anak yang dilahirkan dari ibu yang saat hamil memiliki berat badan yang normal. Sementara itu, jika ibu hamil mengalami obesitas tingkat 1, maka resiko anak terkena epilepsi bisa meningkat hingga 20 persen, ibu hamil dengan obesitas tingkat 2 bisa meningkatkan resiko anak terkena epilepsi hingga 30 persen, dan ibu hamil dengan obesitas tingkat 3 bisa meningkatkan resiko anak terkena epilepsi hingga 83 persen.

Pakar kesehatan Neda Razaz dari Karolinska Instituet di Swedia menyebutkan bahwa berat badan ibu hamil ternyata bisa mempengaruhi perkembangan sel saraf pada otak janin di dalam kandungan. Obesitas ternyata bisa memicu peradangan induksi yang mengganggu perkembangan sel saraf tersebut sehingga anak pun bisa terkena epilepsi.

Dalam penelitian yang hasilnya dipublikasikan dalam jurnal kesehatan berjudul JAMA Neurology ini, diketahui bahwa ibu yang hamil dengan kondisi obesitas juga bisa meningkatkan resiko melahirkan bayi dengan kondisi afiksia atau bayi yang saat lahir tidak mampu bernafas secara spontan dan teratur sehingga terkena masalah kekurangan oksigen.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya ibu hamil tetap menjaga berat badannya agar tidak mengalami masalah obesitas yang bisa berpengaruh buruk bagi perkembangan dan kesehatan buah hatinya.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Menurut Penelitian, Ini Usia Terbaik Anak Untuk Mulai Sekolah

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-ransel-anak-sekolah
pic credit: julie corsi

DokterSehat.Com – Jika kita mencermati, semakin banyak orang tua yang memilih untuk menyekolahkan anak pada usia yang sangat dini. Dengan menyekolahkan anak di usia yang sangat muda, diharapkan anak bisa menyerap berbagai macam pengetahuan dengan baik sehingga akan tumbuh menjadi anak yang cerdas. Sebenarnya, apakah yang dilakukan para orang tua ini baik bagi buah hatinya?

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa usia anak untuk masuk sekolah ternyata masih menjadi perdebatan banyak pihak. Sebuah penelitian pun dilakukan demi menengahi perdebatan tersebut di Stanford University. Menurut para pakar kesehatan yang terlibat dalam penelitian tersebut, ada baiknya orang tua menunggu hingga anaknya berusia 6 tahun dan barulah mereka bisa membiarkan anaknya mulai bersekolah. Hal ini berarti, usia di bawah 6 tahun dianggap masih kurang ideal bagi anak untuk mulai memasuki dunia pendidikan.

Apa alasan dari rekomendasi ini? Menurut pakar kesehatan, saat usia anak mencapai 6 tahun, mereka cenderung memiliki kemampuan belajar yang jauh lebih baik. Tak hanya itu, anak juga bisa mendapatkan nilai ujian yang baik dan memiliki kemampuan mengendalikan diri dengan baik saat usianya mencapai 7 hingga 11 tahun. Dengan memiliki kemampuan pengendalian diri, maka mereka pun bisa mengatur waktu dengan lebih efektif dan lebih fokus dalam mendapatkan ilmu meskipun di sekitarnya banyak pengalih perhatian.

Thomas Dee dan Henrik Sievertsen yang terlibat dalam penelitian ini menggunakan data dari Danish National Birth Cohort (DNBC). Dari data ini, lebih dari 54 ribu orang tua memberikan respon mengenai kesehatan mental anak mereka saat berusia 7 tahun. Selain itu, 35 ribu orang tua juga memberikan respon mengenai kesehatan mental anak mereka saat berusia 11 tahun. Dari data inilah, ditemukan rekomendasi bahwa usia 6 tahun adalah usia paling ideal untuk anak mulai bersekolah.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Ini Alasan Mengapa Perut Mudah Lapar Meskipun Sudah Sarapan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-lapar-tengah-malam

DokterSehat.Com – Meskipun sudah mengkonsumsi sarapan, banyak dari kita yang kemudian merasa lapar kembali di pagi hari. Karena waktu makan siang masih lama, kita pun akhirnya mengkonsumsi camilan demi mengatasi rasa lapar tersebut. Padahal, hal ini tentu bisa membuat kita mengalami kenaikan berat badan. Sebenarnya, apa alasan dari munculnya rasa lapar di pagi hari meskipun kita telah melakukan sarapan?

Sarapan yang tidak bernutrisi
Karena diburu waktu, banyak dari kita yang tak sempat memasak makanan yang sehat dan bernutrisi. Alhasil, kita hanya mengkonsumsi makanan seadanya. Sebagai contoh, kita hanya akan memakan nasi dan telur atau bahkan hanya mie instan saja. Memang, makanan-makanan tersebut bisa membuat kita kenyang, namun, rasa kenyang tersebut tidak akan bertahan cukup lama sehingga sebelum jam makan siang, kita justru akan lapar kembali.

Menurut pakar kesehatan, konsumsi gula dan karbohidrat yang berlebihan saat sarapan bisa membuat perut akan mudah merasa lapar. Kita sebaiknya mengkonsumsi sarapan sehat dimana sayuran sebaiknya tidak kita tinggalkan. Kandungan serat pada sayuran bisa membuat kita merasa kenyang lebih lama sehingga kita pun bisa menghindari camilan tidak sehat hingga waktu makan siang.

Tidak mengkonsumsi air dengan cukup
Banyak orang yang ternyata sulit membedakan rasa lapar dan haus. Meskipun kita sudah mengkonsumsi sarapan, bisa jadi kita tetap merasa lapar karena kurang minum air. Sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi camilan menjelang makan siang, cobalah untuk memenuhi kebutuhan air tersebut untuk mengatasi rasa lapar.

Jika lapar terus melanda, pilihlah camilan yang sehat
Camilan sebelum jam makan siang sebaiknya benar-benar dipilih dengan seksama karena andai kita mengkonsumsi camilan yang tidak sehat, maka bisa jadi kita mengalami masalah kegemukan. Cobalah untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan kandungan air atau buah-buahan saja sebagai camilan tersebut dan passtikan bahwa camilan ini tidak melebihi 200 kalori. Dengan mengkonsumsi camilan sehat, berat badan pun bisa tetap terjaga dan rasa lapar pun bisa diatasi.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Waspada, Suka Bermain Gadget Sebelum Tidur Bisa Menurunkan Kualitas Sperma

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-main-handphone-tidur-malam

DokterSehat.Com– Gadget layaknya smartphone atau laptop memang kini telah menjadi hal yang sangat sulit dipisahkan dari aktifitas sehari-hari. Kini, semua orang bahkan bisa menggunakan gadget tersebut hingga menjelang tidur. Hanya saja, bagi pria yang masih suka memainkan gadget layaknya smartphone, tablet, atau tabletnya sebelum tidur, ada baiknya mereka tak lagi melakukannya. Menurut pakar kesehatan, kebiasaan ini ternyata bisa membuat kualitas sperma mereka menurun sehingga bisa membahayakan kesuburannya.

Pakar kesehatan Profesor Randy Nelson melakukan sebuah penelitian yang ditujukan untuk mengetahui dampak buruk dari penggunaan smartphone, tablet, atau menonton televisi sebelum tidur. Dalam penelitian ini, diketahui bahwa hamster percobaan yang kerap mendapatkan paparan lampu di malam hari mengalami peningkatan resiko penyakit layaknya kanker, depresi, atau penyakit jantung.

Menutur Prof. Nelson, paparan cahaya gadget atau bahkan tertidur dengan kondisi televisi masih menyala bisa menyebabkan sperma dan sel telur mengalami penurunan kualitas dengan signifikan. Jika hal ini terus terjadi, maka dikhawatirkan pria bisa mengalami penurunan kesuburan atau jika mereka berhasil mendapatkan keturunan, dikhawatirkan anak-anak mereka kelak memiliki sistem pertahanan tubuh yang jauh lebih lemah sehingga beresiko tinggi terkena berbagai macam penyakit.

Telah banyak penelitian kesehatan yang menyebutkan bahaya penggunaan berlebihan dari gadget yang kita gunakan sehari-hari, khususnya smartphone yang seakan-akan tidak bisa dilepaskan dari tangan kita. Paparan cahaya dari gadget ini diketahui mampu merusak ritme sirkadian tubuh sehingga bisa menyebabkan gangguan tidur. Padahal, sudah menjadi rahasia umum jika gangguan tidur bisa memicu berbagai penyakit berbahaya.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita berhenti memainkan gadget sebelum tidur dan sebaiknya mematikannya atau menjauhkan gadget tersebut dari tempat tidur agar kualitas tidur kita tetap terjaga.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Benarkah Tindihan Memang Berkaitan Dengan Hal Mistis?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-tidur-REM
Photo Credit: hwanation

DokterSehat.Com– Banyak orang yang saat tidur merasakan dirinya berada dalam kondisi setengah sadar namun tidak mampu menggerakkan tubuhnya atau bahkan mengeluarkan suara. Fenomena ini dikenal luas oleh masyarakat sebagai tindihan. Karena mengalami sensasi yang aneh ini, banyak orang yang menganggap tindihan sebagai sesuatu yang berkaitan dengan hal mistis dan menyeramkan. Apakah hal ini benar adanya?

Dalam dunia medis, tindihan ini ternyata disebut sebagai sleep paralysis atau terjadinya kelumpuhan saat tidur. menurut pakar kesehatan, mereka yang mengalami tindihan merasa bahwa dirinya berada dalam kondisi sadar dengan mata yang sudah terbuka. Selama beberapa detik atau menit, tubuh akan sangat sulit untuk digerakkan apalagi mengeluarkan suara. Dalam beberapa kasus, beberapa orang merasakan sesak pada dadanya atau bahkan tersedak. Kelumpuhan ini tidak hanya terjadi sekali atau dua kali. Beberapa orang bahkan mengaku jika dalam satu malam, mereka bisa mengalami tindihan hingga beberapa kali.

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa tindihan ini kerap terjadi pada mereka yang berusia 15 hingga 20 tahun meskipun mereka yang sudah berusia dewasa juga bisa mengalaminya. Tindihan ini ternyata bisa dijelaskan secara medis sebagai kondisi dimana tubuh sangat kelelahan atau kurang fit sehingga tidak bisa melalui fase tahapan tidur secara normal.

Sebagai informasi, saat tidur kita akan mengalami empat fase, yakni fase setengah sadar, fase tidur yang lebih dalam, fase tidur yang paling dalam yang bisa berlangsung selama 75 persen dari waktu tidur keseluruhan, dan fase rapid eye movement atau REM. Bagi mereka yang tidak fit atau sangat kelelahan, mereka tidak melalui fase tersebut dengan normal dimana setelah fase setengah sadar, tiba-tiba saja mereka sampai ke tahapan REM dimana mata bergerak dengan cepat dan mengalami mimpi. Alhasil, saat tubuh sudah berada dalam kondisi tidur, otak justru masih berada dalam kondisi setengah sadar sehingga menyebabkan sensasi tindihan tersebut.

Untuk mengatasi tindihan ini, cobalah untuk menggerakkan ujung jari atau mengatur nafas secara perlahan. Satu hal yang pasti, kita tidak perlu khawatir secara berlebihan akan kondisi ini apalagi mengaitkannya dengan hal mistis. Hanya saja, jika anda sering mengalaminya dan akhirnya mengalami gangguan tidur, ada baiknya segera memeriksakan kondisi tersebut ke dokter.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Lagu Ed Sheeran Ini Bisa Menenangkan Bayi yang Sedang Menangis

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

DokterSehat.Com– Setiap orang tua tentu akan berusaha untuk melakukan apapun demi menenangkan bayinya yang sedang menangis. Hal ini jugalah yang dilakukan oleh seorang ibu bernama Joanne Nye. Melalui akun twitter pribadinya, Joanne mengunggah video bayinya yang sedang menangis. Di dalam video tersebut, sang bayi ternyata bisa ditenangkan tatkala ibunya memutar lagu Ed Sheeran yang berjudul “Shape of You”. Karena terlihat lucu, video ini pun kemudian menjadi viral di dunia maya.

Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah bahwa lagu dari Ed Sheeran ini bisa menenangkan bayi yang sedang menangis layaknya lagu yang diciptakan musisi Imogen Heap yang memang dibuat sedemikian rupa demi menenangkan bayi yang menangis. Namun, apa yang dilakukan oleh Joanne sepertinya bisa menjadi inspirasi bagi ibu-ibu lain yang bingung tatkala buah hatinya tak kunjung berhenti menangis.

Di dalam video ini sendiri, terlihat bahwa bayi cantik ini menangis tanpa henti dengan suara yang sangat kencang. Sang ibu pun kemudian segera memutar lagu milik Ed Sheeran tersebut. Begitu intro lagu ini terdengar, sang bayi tiba-tiba saja menghentikan tangisannya dan mulai memperhatikan lagu tersebut. Tak sampai 10 detik, bayi yang awalnya terlihat sulit untuk ditenangkan berubah ekspresinya dan kemudian terlihat sangat menikmati lagu tersebut.

Dilansir dari jurnal berjudul Infancy, diketahui bahwa lagu atau musik memang bisa membuat bayi menjadi lebih tenang saat menangis. Nada-nada dari lagu tertentu ternyata memang bisa merangsang otak bayi melepaskan hormon dopamin, hormon bahagia yang bisa membuat bayi lebih tenang. Tak hanya memperdengarkan lagu, ada beberapa cara lain yang bisa membuat bayi berhenti menangis. Sebagai contoh, bayi bisa diayun-ayun atau diajak ke luar rumah untuk mendapatkan udara segar. Selain itu, orang tua juga bisa menyalakan hair dryer, mesin cuci, atau bahkan menyalakan kran air yang diyakini bisa membuat bayi lebih tenang saat menangis.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Benarkah Gancet Saat Berhubungan Intim Memang Bisa Terjadi?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-seks-pasangan-hubungan-intim-usia-lanjut
pic credit: stuart conner

DokterSehat.Com– Belakangan ini dunia maya dihebohkan oleh sebuah video pasangan selingkuh di dunia maya yang mengalami gancet saat berhubungan intim. Kondisi ini membuat kelamin dari pasangan tersebut nyangkut dan tidak bisa dilepaskan. Pasangan tersebut pun harus menanggung malu saat meminta bantuan dukun atau tim medis dari rumah sakit setempat. Sebenarnya, apakah gancet saat berhubungan intim memang benar-benar bisa terjadi?

Dalam dunia medis, kondisi penis yang tidak bisa dilepaskan dari vagina pasangannya biasanya disebabkan oleh kondisi penis captivus. Saat kondisi ini terjadi, penis pria akan terjepit di dalam vagina pasangannya akibat otot-otot pada organ intim wanita ini menutup dengan kuat secara mendadak. Meskipun penis sudah tidak lagi ereksi, tetap saja penis ini tidak bisa dikeluarkan karena bisa menyebabkan rasa sakit yang luar biasa pada wanita. Karena alasan inilah di dalam video tersebut terlihat sang wanita menjerit kesakitan.

Tak hanya penis captivus, kondisi gancet saat berhubungan intim ini juga bisa disebabkan oleh adanya kontraksi pada vagina yang sangat kuat sehingga penis pun terjepit. Biasanya, penis akan terasa nyeri saat berusaha untuk dikeluarkan sehingga akhirnya pria pun urung untuk melakukannya.

Pakar kesehatan dr. Andri Wanananda MS menyebutkan bahwa gancet sendiri bisa disebabkan oleh trauma atau ketakutan yang terjadi pada wanita sehingga menyebabkan efek layaknya kram. Menurut beliau, disfungsi seksual yang disebut sebagai vaginismus bisa menyebabkan hal ini. Jika vaginismus ini terjadi, maka otot introitus vagina bisa mengalami kejang yang tak mampu dikendalikan sehingga membuat vagina terasa nyeri saat mendapatkan penetrasi pada penis. Dalam beberapa kasus, hal ini juga bisa membuat penis tak mampu melakukan penetrasi pada vagina pasangannya.

Kasus gancet sendiri sangatlah jarang terjadi dan baru ada sedikit catatan medis yang membahas hal tersebut. Selain itu, jika ada berita yang menyebutkan bahwa gancet saat berhubungan intim bisa menyebabkan kematian, hal ini juga masih belum benar-benar bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Catatan resmi dari kejadian ini memang biasanya tidak ada dan bahkan cenderung ditutup-tutupi karena dianggap aib yang sangat memalukan.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Terkena Penyakit Langka, Badan Bocah Ini Terus Menggemuk Meski Sudah Berolahraga

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

DokterSehat.Com– Seorang anak yang masih berusia delapan tahun bernama Jake Vella yang berasal dari Malta, sebuah negara kecil di Eropa, dikabarkan mengidap penyakit langka yang disebut sebagai rapid-onset obesity with hypothalamic dysregulation, hypoventilation, and autonomic dysregulation atau ROHHAD. Gara-gara penyakit ini, tubuh sang bocah terus menggemuk meskipun Ia sudah berusaha untuk rutin berolahraga atau menerapkan pola makan yang sehat. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Menurut pakar kesehatan, penyakit ROHHAD yang menimpa bocah malang ini termasuk dalam gangguan hormonal yang cukup mematikan. Di seluruh dunia, penyakit ini hanya dimiliki oleh sekitar 100 orang saja. Pakar kesehatan sendiri menyebutkan bahwa penderita penyakit ini sangat jarang yang mampu bertahan hidup hingga usia 20-an. Alhasil, dokter yang menangani Jake pun tidak yakin apakah sang bocah bisa bertahan hidup hingga usia dewasa atau tidak.

Tak hanya membuat tubuh Jake semakin menggemuk, penyakit ROHHAD ini ternyata juga bisa menyebabkan perkembangan beberapa jenis tumor. Di tubuh Jake sendiri kini sudah ada satu buah tumor yang ada di punggungnya.

Meskipun terkena penyakit langka, Jake ternyata bertekad untuk bisa hidup sehat dan melawan kenaikan berat badannya. Ia pun rela melakukan kegiatan olahraga yang cenderung ekstrim layaknya triathlon. Sang ibu, Maruska, menyebutkan bahwa dengan melakukan olahraga triathlon, Jake akan berusaha untuk membuat tubuhnya tetap fit dan selalu aktif. Tak hanya itu, ajang olahraga ini membuatnya berkesempatan untuk bersosialisasi dengan orang lain.

Jake sendiri masih bisa beraktifitas layaknya anak-anak pada umumnya seperti bersekolah atau menjalankan hobinya bermain drum. Hanya saja, karena kondisi kesehatannya ini, Ia harus berhati-hati karena jika jatuh sakit, meskipun penyakit tersebut cukup ringan layaknya flu, maka hal ini bisa menyebabkan komplikasi lainnya.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Warna Piring Ternyata Bisa Mengendalikan Nafsu Makan, Lho

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-makanan-manis-gula

DokterSehat.Com – Sebuah penelitian ternyata berhasil mengungkapkan trik unik yang bisa membantu kita menjaga atau menurunkan berat badan dengan efektif. Trik tersebut adalah dengan memilih warna dari piring yang kita gunakan saat makan. Bagaimana mungkin warna piring bisa mengendalikan nafsu makan kita? Berikut adalah penjelasannya.

Pakar diet bernama dr. Brian Wansink yang berasal dari Cornell University’s Food & Brand Lab di Amerika Serikat menyebutkan bahwa warna piring ternyata bisa mempengaruhi seberapa banyak porsi makanan yang kita konsumsi atau seberapa cepat kita akan merasa kenyang. Tak hanya warna pada piring, warna dinding dari ruang makan, cahaya lampu dari tempat kita makan juga bisa bisa mengendalikan nafsu makan kita.

Dr. Wansink menyebutkan bahwa jika kita mengkonsumsi nasi putih, ada baiknya kita memakai piring dengan warna yang gelap. Adanya perbedaan warna yang kontras ini bisa membuat kita lebih awas pada seberapa banyak porsi nasi yang kita ambil. Jika kita juga menggunakan piring dengan warna yang relatif sama dengan nasi atau makanan yang kita makan, kita akan cenderung mengambil porsi makanan tersebut 18 persen lebih banyak sehingga tentu akan berpengaruh besar bagi berat badan kita.

Penelitian lain dari Harvard Medical School menyebutkan bahwa warna piring layaknya pink pucat atau abu-abu ternyata bisa membuat kita makan dengan lebih tenang, lebih lambat, dan tidak terburu-buruk Selain itu, makan nasi dengan piring berwarna biru tua, merah, atau hitam akan membuat kita lebih baik dalam mengontrol porsi nasi yang kita makan.

Tak hanya nasi, kita juga bisa memperhatikan wadah es krim yang kita konsumsi. Sebagai contoh, jika kita ingin mengkonsumsi es krim vanilla, ada baiknya kita menggunakan wadah berwarna gelap. Sementara itu, es krim cokelat sebaiknya ditempatkan pada wadah dengan warna yang cerah. Dengan perbedaan warna yang kontras antara makanan dan wadah makanan, maka kita pun akan lebih baik dalam mengendalikan porsi makanan yang kita konsumsi.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Divertikulitis – Kapan Mencari Perawatan Medis dan Penegakan Diagnosis

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-mual-muntah-makanan-kadaluarsa

Seseorang perlu mencari bantuan profesional kesehatan jika dia memiliki gejala berikut, yang dapat mengindikasikan terjadinya kondisi yang serius

  • Nyeri perut persisten, seringkali di area kiri bawah perut
  • Demam yang tidak dapat dijelaskan yang terjadi terus menerus
  • Diare terus menerus
  • Muntah terus menerus
  • Infeksi saluran kemih berulang atau terus menerus

Jika seseorang mengalami perdarahan dari rektum kapanapun itu, segeralah mencari dokter tanpa ditunda

  • Cari dokter meskipun perdarahan berhenti dengan sendirinya
  • Perdarahan dapat merupakan tanda divertikulitis atau penyakit serius lainnya
  • Jika terdapat banyak darah atau perdarahan berlangsung terus menerus, segera pergi ke UGD rumah sakit.

Gejala berikut akan menunjukkan komplikasi sehingga pasien harus segera menuju UGD

  • Nyeri perut yang memburuk
  • Nyeri perut dengan demam persisten (tidak ada fase demam turun)
  • Muntah yang sangat berat sehingga makanan dan minuman tidak dapat masuk
  • Pembengkakan atau mengerasnya perut
  • Konstipasi terus menerus dalam waktu yang cukup lama
  • Nyeri berat atau gejala lain yang mengarah ke divertikulitis

Jika seseorang tidak mampu mengemudi atau membawa dirinya sendiri ke UGD, dan tidak ada orang lain yang dapat menolong, segera telepon 119 untuk transportasi medis

Penegakan diagnosis
Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan pada pasien seputar gejala yang dirasakan, pola hidup dan kebiasaan hidup, serta riwayat medis serta operasi yang pernah dijalani pasien

  • Pemeriksaan fisik dapat meliputi “pemeriksaan rektum dengan jari” di mana dokter akan memasukkan jari (yang bersarung tangan) ke dalam rektum untuk mencoba mencari penyebab perdarahan atau nyeri
  • Pmeriksaan darah dapat dilakukan untuk memeriksaan tanda kehilangan darah atau infeksi, mengevaluasi fungsi ginjal dan hati, dan untuk menyingkirkan kondisi medis lainnya yang mungkin berpotensi menyebabkan gejala yang sama
  • Pemeriksaan sinar-X untuk organ abdomen dapat diperintahkan untuk mencari penyebab gejala pasien
  • CT-scan sebenarnya sama dengan sinar-X karena CT-scan berbasis sinar-X, namun bedanya, CT-scan mampu menggambarkan organ lebih detail secara 3 dimensi dan memberikan informasi lebih detail kepada dokter. CT-scan lebih mahal dan lebih lama prosedurnya
  • Kolonoskopi merupakan prosedur di mana pasien dimasukkan sebuah tabung fleksibel dengan kamera mini di ujungnya, yang disebut endoskopi. Endoskopi dimasukkan ke dalam rektum lau naik ke usus besar. Endoskopi akan menunjukkan gambaran langsung saluran dalam usus besar dan rektum. Prosedur ini tidak nyeri dan kira-kira membutuhkan waktu 30-45 menit Pasien dapat diberikan obat sedatif untuk merilekskan selama prosedur.
  • Sigmoidoskopi fleksibel merupakan prsedurt yang dilakukan dengan sigmoidoskop fleksbel yang memiliki kamera mini di ujung sigmoidoskopnya itu. Pasien berbaring ke sisi kiri sedangkan alat akan dimasukkan melalui anus menuju ke rektum dan usus besar. Prosedur ini relatif tidak nyeri dan membutuhkan waktu sekitar 5 menit.

Terkadang divertikulosis dapat ditemukan selama skrining kolonoskopi. American Cancer Society dan United States Multi-ociety Task Force untuk Kanker kolorektal merekomendasikan kolonoskopi dilakukan setiap 10 tahun pada orang dengan usia di atas 50 tahun untuk mendeteksi gejala awal dari kanker kolon. Jika seseorang memiliki riwayat keluarga dengan kanker kolon, maka orang tersebut perlu memulai skrining pada usia yang lebih muda. Konsultasikan dengan ahli digestif untuk panduannya.

Divertikulitis – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5 6


Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Divertikulitis – Penyebab

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

penyebab kram perut.

Divertikulosis diperkirakan disebabkan oleh peningkatan tekanan di dinding usus dari dalam lapisan usus. Seiring bertambahnya usia, lapisan luar dinding usus menebal.

Kondisi ini dapat menyebabkan lumen (ruang terbuka) di saluran usus menyempit. Feses (tinja) bergerak lebih lambat melewati usus besar sehingga tekanan di usus besar meningkat. Seringkali gerakan peristaltik usus yang berulang-ulang ketika dilewati tinja yang keras akan meningkatkan tekanan dan berkontribusi terhadap terbentuknya divertikula.

Divertikulosis biasanya terjadi ketika seseorang jarang mengkonsumsi serat. Serat ditemukan di buah dan sayur, kacang-kacangan, dan gandum Terdapat dua jenis serat: larut dalam air dan tidak larut dalam air. Serat yang larut dalam air merupakan substansi yang lunak seperti jel di saluran cerna, sedangkan serat yang tidak larut dalam air bergerak melewati saluran cerna dengan bentuk yang tidak berubah. Kedua jenis serat tersebut penting utnuk dikonsumsi sehingga tinja tetap dalam konsistensi yang lunak dan bergerak mudah melalui saluran cerna. Karena itulah, serat dapat mencegah konstipasi.

Apa tanda dan gejala divertikulitis?
Kebanyakan orang dengan divertikulosis tidak memiliki gejala. Ketika gejala terjadi, gejala dapat meliputi:

  • Nyeri di perut
  • Kembung
  • Konstipasi (diare juga bisa terjadi, namun lebih jarang)
  • Kram perut

Gejala di atas tidak spesifik. Artinya, gejala yang serupa dapat terjadi pada gangguan pencernaan lainnya. Adanya gejala-gejala di atas bukan berarti seseorang memiliki divertikulosis. Jika seseorang memiliki gejala tersebut, sebaiknya segera cari dokter.

Divertikulitis merupakan kondisi yang lebih serius dan menyebabkan gejala pada kebanyakan orang dengan kondisi sebagai berikut.

  • Nyeri perut, biasanya pada sisi kiri bawah
  • Tinja yang berdarah, darah segar atau merah marun. Perdarahan ini seringkali berhenti sendiri, namun dapat menjadi perdarahan yang berat.
  • Demam
  • Muntah
  • Mual
  • Menggigil
  • Konstipasi

Jika divertikulitis tidak ditangani dengan tepat, maka divertikulitis dapat berkembang ke dalam bentuk komplikasi yang serius. Komplikasi ini terkait gejala berikut:

  • Nyeri perut yang memburuk
  • Demam persisten
  • Muntah (tidak ada cairan atau makanan yang dapat ditoleransi)
  • Konstipasi dalam waktu yang cukup lama
  • Nyeri atau terasa terbakar ketika buang air kecil
  • Perdarahan dari rektum
Divertikulitis – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5 6


Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Teknik Memijat Jari Tangan Ini Bisa Menghilangkan Stres dengan Cepat

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-jari-tangan-sakit-mengetik

DokterSehat.Com – Ada cukup banyak teknik pengobatan tradisional yang diyakini mampu mengatasi berbagai masalah kesehatan. Salah satunya adalah dengan memberikan pemijatan pada beberapa titik tertentu pada tubuh.

Pakar kesehatan mengenal salah satu teknik pemijatan bernama Jin Shin Jyutsu yang diyakini bisa mengatasi beberapa masalah kesehatan layaknya depresi, kecemasan berlebihan, nyeri leher, nyeri punggung, dan berbagai penyakit lainnya. Yang menarik dari teknik ini adalah, kita hanya perlu menekan jari dengan lembut.

Dalam metode pemijatan Jin Shin Jyutsu, jari-jari tangan ternyata dianggap memiliki hubungan dengan berbagai bagian lain di dalam tubuh. Tak hanya itu, jari juga dianggap memiliki kaitan dengan emosi atau kesehatan psikis kita.

Sebagai contoh, ibu jari ternyata dikaitkan dengan rasa khawatir, jari telunjuk dikaitkan dengan rasa takut atau munculnya depresi, jari tengah berkaitan dengan rasa frustrasi dan juga kemarahan, jari manis berkaitan dengan kesedihan, dan jari kelingking dianggap berkaitan dengan rasa gugup atau rendahnya kepercayaan diri. Selain itu, telapak tangan ternyata juga memiliki arti tersendiri, yakni berkaitan dengan rasa bahagia.

Jika kita mengalami kondisi emosi tertentu, kita bisa mengaplikasikan teknik pemijatan Jin Shin Jyutsu untuk membuat perasaan kita menjadi lebih baik. Untuk melakukannya, kita hanya perlu duduk diam selama dua menit dan mengambil nafas yang dalam.

Setelah itu, cobalah untuk memegang jari yang berkaitan dengan kondisi emosi yang sedang kita rasakan. Peganglah jari tersebut dan tekanlah dengan lembut hingga sekitar 3 atau 5 menit sekaligus dengan menarik nafas dalam-dalam. Jika kita sudah merasakan sensasi denyutan pada jari, segeralah lepaskan pegangan.

Setelah melakukan teknik pemijatan tersebut, kadar stress cenderung menurun dengan signifikan. Selain itu, di dalam tubuh terjadi peningkatan sirkulasi darah dan energi dengan lebih baik sehingga kita pun akan merasa lebih fit dan bugar.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Terlalu Sering Luluran Bisa Menyebabkan Kulit Kering dan Keriput

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-dermatitis-kontak-Porfiria-kanker-kulit

DokterSehat.Com– Berbeda dengan kaum pria yang cenderung lebih cuek dalam merawat kesehatan kulitnya, kaum hawa bisa menghabiskan banyak uang dan waktu untuk melakukan perawatan kulit agar terlihat lebih cantik dan menawan. Salah satu cara merawat kulit yang banyak dilakukan oleh wanita adalah luluran. Sayangnya, banyak wanita yang berpikir jika dengan cukup sering melakukan luluran, maka kulit akan menjadi lebih bersih dan cantik. Padahal, hal tersebut tidak benar adanya.

Jangan mudah percaya anjuran untuk rutin melakukan luluran karena hal ini justru bisa membuat kulit terkikis dan menyebabkan masalah kesehatan lainnya layaknya kulit kering, keriput, hingga peradangan. Salah seorang pakar kesehatan kulit bernama Joanna Vargas menyebutkan bahwa perawatan kulit yang bisa menyebabkan sel-sel kulit mati terkikis layaknya luluran ini ternyata bisa menyebabkan kulit kehilangan kelembapan dan minyak alami yang menentukan kelembapan kulit tersebut. Jika kita melakukannya setiap hari, kita juga akan meningkatkan resiko terkena jerawat.

Jika kita luluran setiap hari, maka kulit akan lebih mudah teriritasi mengingat kulit yang sebenarnya baru saja tumbuh namun sudah harus terkelupas kembali. Hal ini membuat kulit tidak akan terbentuk dengan sempurna. Selain itu, jika kita menggunakan luluran ini secara rutin dalam jangka waktu yang lama, maka kulit pun akan semakin menipis sehingga akan lebih mudah menimbulkan kerutan.

Pakar kesehatan kulit dari Washington DC, Amerika Serikat, bernama Elizabeth Tanzi, MD, menyebutkan bahwa kulit sebenarnya adalah organ tubuh yang bisa mengelupaskan sekaligus meregenerasi sel-sel kulit matinya secara otomatis. Jika kita luluran dengan frekuensi terlalu sering, maka hal ini akan menyebabkan pertumbuhan sel kulit baru menjadi semakin lambat. Tanzi sendiri menyarankan kita untuk melakukan luluran maksimal dua atau tiga kali dalam seminggu jika memiliki kulit dengan kondisi yang normal agar kulit tetap terjaga kesehatan dan kecantikannya.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Suka Menggunakan Earphone Bisa Menyebabkan Telinga Gatal

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-telinga-masuk-air-gatal-jerawat

DokterSehat.Com – Pakar kesehatan menyebutkan bahwa telinga termasuk dalam organ tubuh yang memiliki cukup banyak jaringan saraf. Salah satu dari jaringan saraf tersebut adalah yang menerima sinyal gatal. Karena alasan inilah kita cenderung kerap merasakan gatal pada telinga. Menurut pakar kesehatan, kegiatan sehari-hari kita atau bahkan beberapa kondisi kesehatan tertentu ternyata bisa membuat telinga mudah gatal-gatal. Sebenarnya, apa sajakah penyebab dari telinga gatal tersebut?

Kulit kering
Saat telinga tidak memproduksi zat lilin atau earwax alami dengan cukup, maka telinga akan menjadi lebih kering. Sebagai informasi, zat lilin atau earwax ini memiliki fungsi sebagai pelumas bagian dalam telinga sehingga andai produksinya kurang, maka telinga yang kering akan memicu munculnya rasa gatal-gatal atau bahkan pengelupasan pada kulit telinga.

Menggunakan earphone atau alat bantu dengar lainnya
Jika kita memakai earphone atau alat bantu dengar dengan tidak tepat, layaknya dengan menekan telinga terlalu dalam atau menggunakannya dalam waktu yang terlalu lama, maka hal ini ternyata bisa menyebabkan munculnya rasa gatal pada telinga.

Terkena psoriasis
Salah satu masalah kulit yang bisa menyebabkan telinga gatal adalah psoriasis. Psoriasis sendiri adalah kondisi dimana kulit mengalami peradangan yang cukup parah sehingga menimbulkan ruam-ruam kemerahan, kulit yang menebal, kering, bersisik, dan mudah terkelupas.

Infeksi kulit pada lubang telinga
Infeksi kulit pada lubang telinga biasanya terjadi karena adanya peradangan pada bagian tersebut. Biasanya, peradangan ini terjadi sebagai reaksi alergi pada benda-benda asing layaknya anting. Selain itu, ada pula infeksi kulit aural eczematoid dermatitis yang juga bisa memicu gatal-gatal pada telinga.

Otitis externa
Penyakit ini terjadi karena adanya infeksi pada bagian luar lubang telinga yang bisa memicu gatal-gatal, rasa sakit, pembengkakan, hingga kulit kemerahan.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Saat Perut Kosong, Ada Baiknya Kita Tidak Melakukan Hal Berikut

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-stomach-perut-kembung-gendut-diabetes-obesitas-sindrom-metabolik

DokterSehat.Com – Saat baru bangun tidur, seringkali perut kita berada dalam kondisi yang keroncongan. Karena alasan inilah ada baiknya kita segera mengkonsumsi sarapan yang sehat dan bergizi agar bisa mendapatkan energi yang cukup untuk melakukan berbagai aktifitas. Hanya saja, tidak semua orang memiliki waktu untuk mempersiapkan atau mengkonsumsi sarapan pagi sehingga perutnya pun kosong dalam waktu yang lebih lama. Saat perut dalam kondisi kosong tersebut, ada baiknya kita menghindari hal-hal berikut ini karena kurang baik bagi kesehatan tubuh.

Meminum kopi atau teh
Karena ingin mendapatkan sensasi segar atau menghilangkan rasa kantuk, banyak orang yang segera meminum kopi atau teh sebelum sarapan pagi. Sayangnya, kebiasaan ini ternyata bisa meningkatkan keasaman pada perut sehingga kita pun bisa dengan mudah merasa mual-mual, mengalami perut yang panas, atau bahkan sembelit.

Berolahraga
Sebagian orang memilih untuk melakukan olahraga sebelum melakukan sarapan pagi karena berpikir jika perut yang penuh akan terasa tidak nyaman saat digunakan untuk berolahraga. Sayangnya, menurut pakar kesehatan, berolahraga dalam perut yang kosong bisa membuat tubuh mudah lelah sehingga olahraga pun menjadi tidak maksimal dan kita pun tidak bisa melakukan aktifitas harian setelahnya dengan baik.

Minum obat
Memang, ada obat-obatan yang bisa dikonsumsi sebelum makan. Namun, ada baiknya kita tidak asal mengkonsumsi obat-obatan layaknya antibiotik atau asipirin karena hal ini bisa membuat saluran pencernaan teriritasi atau terkena mual-mual dan diare. Menurut pakar kesehatan, dengan makan sebelum meminum obat, kita bisa menurunkan efek samping dari kinerja obat tersebut.

Melakukan perjalanan
Beberapa orang memilih untuk tidak makan sebelum bepergian karena khawatir jika makanan yang mereka konsumsi akan keluar karena mabuk perjalanan. Padahal, anggapan ini salah besar. Karena kita belum makan, kita justru akan lebih mudah pusing dan mual-mual. Tak hanya itu, hal ini bisa membuat kita mudah kelelahan dan jatuh sakit.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wanita Dengan Ukuran Payudara Kecil Ternyata Lebih Mudah Mendapatkan Orgasme

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-bra-bh-wanita-sex-seks-seksi-underwear

DokterSehat.Com– Banyak wanita yang kurang percaya diri dengan ukuran payudaranya karena menganggapnya terlalu kecil dan kurang menarik. Padahal, menurut pakar kesehatan, ada cukup banyak keuntungan yang bisa didapatkan oleh wanita dengan ukuran payudara yang kecil. Dalam sebuah penelitian terbaru, diketahui bahwa wanita dengan ukuran payudara kecil ternyata lebih mudah mendapatkan orgasme saat berhubungan intim jika dibandingkan dengan mereka yang memiliki payudara dengan ukuran yang lebih besar. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Sebuah badan konsultasi seks di Amerika Serikat melakukan hasil penelitian untuk mengetahui seberapa besar ukuran payudara yang diidamkan wanita dewasa di negara adidaya tersebut. Hasilnya adalah, para wanita di Amerika ternyata menginginkan ukuran payudara dengan tinggi 15 cm dari pangkal hingga putingnya. Berat payudara yang diidamkan adalah sekitar 750 gram dan volume payudara yang didambakan adalah sekitar 350 hingga 500 cc. Jika kita konversikan dalam ukuran bra, maka banyak wanita yang ingin memiliki payudara dengan ukuran bra 34 hingga 36, full B.

Yang menarik adalah, meskipun banyak pria yang suka dengan wanita dengan payudara berukuran besar, dalam realitanya pria jauh lebih menyukai payudara yang alami, apapun ukurannya. Hal ini berarti, andaipun wanita memiliki ukuran payudara yang lebih kecil, kaum pria ternyata sudah sangat puas dengan payudara tersebut asalkan masih alami.

Penelitian ini juga berhasil mengungkapkan fakta menarik tentang sensitivitas payudara saat berhubungan intim dimana ukuran payudara yang besar ternyata menandakan jaringan lemak yang lebih banyak jika dibandingkan dengan kelenjar. Hal ini ternyata bisa menurunkan sensitivitas rangsangan seksual pada payudara. Sebaliknya, payudara yang kecil cenderung memiliki kelenjar lebih banyak sehingga mereka pun akan jauh lebih mudah terangsang, khususnya saat mendapatkan foreplay atau sentuhan dari pasangannya. Tanpa adanya lapisan lemak yang menghalangi rangsangan ini, maka wanita pun akan lebih menikmati berbagai rangsangan saat berhubungan intim sehingga cenderung lebih mudah mendapatkan orgasme.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Ini Dia Cara Terbaik Untuk Mengatasi Nyeri Punggung

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-encok-sakit-punggung-hernia

DokterSehat.Com– Salah satu masalah kesehatan yang sangat mengganggu banyak orang adalah nyeri punggung. Bagi masyarakat perkotaan yang cenderung tidak banyak bergerak dan bisa menghabiskan waktu seharian dalam posisi duduk, maka resiko untuk terkena masalah nyeri punggung pun cukup tinggi. Beruntung, sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat ternyata berhasil menemukan cara paling efektif untuk mengatasi nyeri punggung. Seperti apakah cara tersebut?

Cara untuk mengatasi nyeri punggung ini ternyata sudah cukup sering kita lakukan, yakni dengan menggunakan terapi pijat. Dalam penelitian ini, diketahui bahwa lebih dari separuh partisipan yang dilibatkan mendapatkan efek lebih baik pada punggungnya setelah mendapatkan terapi pijat. Sebagian partisipan bahkan mengaku jika karena melakukan terapi ini, maka mereka kini bisa melakukan aktifitas yang sebelumnya sulit untuk dilakukan gara-gara terkena sakit punggung tersebut. Sebagai informasi, dalam penelitian ini, para partisipan mendapatkan 10 kali sesi pemijatan yang dilakukan oleh terapis yang berlisensi.

Pakar kesehatan Niki Munk yang berasal dari School of Health and Rehabilitatin Sciences dari Indiana University & Purdue University, menyebutkan bahwa meskipun terlihat sepele, dalam realitanya tidak banyak orang yang percaya bahwa terapi pijat bisa mengatasi masalah nyeri punggung mereka. Padahal, dengan melakukan terapi pijat secara teratur, maka masalah nyeri punggung bawah yang kronis bisa diatasi dengan efektif.

Meskipun berhasil menemukan cara yang efektif untuk mengatasi nyeri punggung, Munk dan timnya ternyata masih berusaha untuk melakukan penelitian lebih mendalam untuk mencari tahu terapi apa yang bisa dilakukan agar masalah nyeri punggung bisa benar-benar diobati. Menurut Munk, nyeri punggung bawah kronis ini ternyata termasuk penyakit yang cukup kompleks sehingga cukup menarik untuk dipelajari lebih mendalam.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Menyikat Gigi Setelah Makan Pempek Bisa Menyebabkan Gigi Sensitif

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-sikat-gigi

DokterSehat.Com – Untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, ada baiknya kita rutin menyikat gigi setidaknya dua kali dalam sehari, yakni setelah makan dan sebelum tidur. Tak hanya itu, ada baiknya kita juga berhati-hati dalam memilih makanan apa saja yang yang kita konsumsi, apalagi jika kita memiliki masalah gigi sensitif.

Sebagai informasi, gigi sensitif adalah salah satu masalah kesehatan gigi yang ditandai dengan munculnya rasa ngilu secara tiba-tiba. Seringkali, rasa ngilu ini muncul saat kita mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu, khususnya saat kita mengkonsumsi makanan atau minuman yang panas atau dingin. Andai hal ini terjadi, kita pun tak akan lagi bisa menikmati makanan atau minuman tersebut.

Beberapa jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari oleh mereka yang memiliki masalah gigi sensitif adalah minuman bersoda, buah-buahan berjenis sitrus, yoghurt, atau minuman wine. Makanan dan minuman tersebut ternyata bisa menyebabkan erosi pada email gigi. Selain itu, andai kita memiliki gigi sensitif, ada baiknya kita juga harus lebih berhati-hati saat mengkonsumsi pempek, makanan yang memiliki rasa asam dan manis namun sangat digemari oleh banyak orang di Indonesia.

Menurut pakar kesehatan gigi Diatri Nari Ratih, ada baiknya kita tidak langsung menyikat gigi setelah mengkonsumsi makanan khas Sumatera Selatan tersebut. Ada baiknya kita menunggu setengah jam atau satu jam setelah mengkonsumsi pempek dan baru menyikat gigi kita. Dengan memberikan jeda waktu tersebut, maka kita memberi kesempatan bagi air ludah untuk menetralisir asam dari pempek sehingga tidak akan menyebabkan masalah erosi pada email gigi yang bisa memicu gigi sensitif.

Untuk mencegah masalah kesehatan gigi ini atau merawat kondisi gigi sensitif, ada baiknya kita tidak memilih sikat gigi dengan bulu yang keras dan kasar. Pilihlah sikat dengan gigi yang lembut dan aman bagi kondisi gigi sensitif. Selain itu, saat menyikat gigi, ada baiknya kita tidak melakukannya terlalu keras untuk mencegah munculnya masalah kesehatan gigi tersebut.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Waspada, Obat Nyamuk Semprot Bisa Menyebabkan Anak Mengalami Pubertas Dini

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-obat-semprot-nyamuk
Photo Credit: Andrew Magill

DokterSehat.Com– Kini, semakin banyak orang yang menggunakan obat nyamuk semprot untuk mengatasi banyaknya nyamuk atau serangga yang sangat mengganggu. Meskipun terlihat lebih praktis untuk digunakan dan memiliki bau yang wangi, pakar kesehatan menganggap penggunaan obat nyamuk semprot ini bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Sebuah penelitian terbaru bahkan menunjukkan bahwa obat nyamuk semprot ini bisa menyebabkan anak mengalami pubertas dini.

Pakar ksehatan yang merupakan associate professor dari Zhejian University yang ada di kota Hangzhou, China, bernama Jing Liu menyebutkan bahwa bahan kimia yang ada dalam obat nyamuk semprot bernama piretroid ternyata menyumbang sekitar 30 persen penggunaan inseksitida di seluruh dunia. Yang menjadi masalah adalah, zat kimia ini ternyata bisa berfungsi sebagai zat kimia endokrin yang akan mengganggu keseimbangan hormon pada tubuh, khususnya tubuh anak. Tak hanya itu, obat nyamuk semprot ternyata juga memiliki racun bernama axonix yang sangat berbahaya bagi saraf.

Menurut Liu, bahan kimia piretroid ini ternyata mampu membuat anak laki-laki mencapai kedewasaan seksual secara dini. Padahal, pubertas dini ini ternyata akan meningkatkan beberapa resiko kesehatan pada anak saat usianya dewasa nanti, khususnya berupa penyakit kanker testis atau bahkan kanker payudara. Selain itu, pubertas dini bisa memicu gangguan pertumbuhan atau bahkan masalah perilaku pada anak.

Dalam penelitian ini sendiri, Liu dan timnya melakukan pemeriksaan pada 463 anak laki-laki dengan usia 9 hingga 16 tahun di China. Dalam penelitian ini, diketahui bahwa paparan piretroid dari obat nyamuk semprot mampu bereaksi dengan urine manusia menjadi asam 3-phenoxybenzoic atau 3-PBA. Yang menjadi masalah adalah, peningkatan 10 persen saja dari asam 3-PBA ini bisa meningkatkan 4 persen hormon testosteron pada anak laki-laki tersebut dan akhirnya memicu pubertas dini. Dengan adanya fakta ini, ada baiknya orang tua lebih bijak dan tidak berlebihan dalam menggunakan obat nyamuk semprot di rumahnya demi kesehatan anak-anak.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Ini Alasan Mengapa Wanita di Atas 30 Tahun Sulit Untuk Hamil

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-wanita-panik

DokterSehat.Com– Cukup banyak wanita yang resah karena tak kunjung mendapatkan jodoh di usia menjelang 30 tahunan. Menurut mereka, andai menikah di usia lebih dari 30 tahunan, maka mereka akan cenderung lebih sulit untuk mendepatkan kehamilan. Apakah hal ini benar adanya?

Pakar kesehatan ternyata menyebutkan bahwa seiring dengan bertambahnya usia wanita, kemungkinan mereka untuk mendapatkan kehamilan memang akan cenderung menurun. Saat wanita mencapai usia 30 tahun, maka jumlah sel telur yang berkualitas baik dan cukup fit untuk dibuahi ternyata juga semakin menipis. Memang, di dalam tubuh wanita terdapat jutaan sel telur yang siap untuk dibuahi. Namun, jika persentase jumlah sel telur yang kurang berkualitas semakin banyak, maka tentu persentase keberhasilannya mendapatkan kehamilan juga semakin menurun, bukan?

Laman kesehatan womens-health.co.uk pernah mengungkapkan persentase infertilitasi atau kemungkinan untuk mengalami kesulitan untuk hamil pada wanita yang berusia lebih dari 30 tahun. Dalam data ini, diketahui bahwa wanita dengan usia 30 tahun akan cenderung memiliki persentasi infertilitasi hingga 7 persen, wanita dengan usia 35 tahun sebanyak 11 persen, wanita dengan usia 40 tahun sebanyak 33 persen, dan wanita dengan usia 45 tahun memiliki persentase infertilitasi hingga 87 persen.

Untuk mendapatkan kehamilan, maka ada baiknya ibu hamil memastikan dirinya memiliki sel telur dengan kualitas yang baik, yakni berupa sel telur yang memiliki kromosom yang normal dan bisa berkombinasi dengan sperma untuk mengembangkan embrio yang sehat. Sel telur yang berkualitas buruk tak hanya akan membuat wanita sulit untuk hamil, namun juga akan membuat mereka beresiko tinggi mengalami keguguran berulang. Sebagai informasi, sel telur yang berkualitas buruk biasanya tidak tertanam pada dinding rahim setelah dibuahi. Selain itu, sel telur ini tak mampu tumbuh karena tidak memiliki energi yang cukup untuk melakukannya. Dalam beberapa kasus, sel telur yang buruk bisa berkembang menjadi anak yang terlahir dengan kondisi genetik yang tidak normal layaknya terkena masalah down syndrome.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Gigitan Ular – Bentuk Gigitan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-kulit-tangan-halus-kesehatan-skin-Eksim-Nummular-Dermatitis-Erisipeloid-Eritema-Nodosum-ichtyosis-lamellar-panu-impetigo-aquagenic-urticaria

DokterSehat.Com– Beberapa bentuk gigitan ular dan manifestasi klinis pada tubuh manusia.

Spitting cobra bite. Many elapid bites result in little local swelling, but the spitting cobras are known for the amount of swelling and tissue damage they can cause. Photograph by Clyde Peeling.

Gigitan ular kobra. Banyak gigitan ular elapid menghasilkan sedikit pembengkakan lokal, tapi kobra yang meludah mampu menyebabkan pembengkakan dan kerusakan jaringan

Western diamondback rattlesnake (Crotalus atrox) bite. Rattlesnake bites can cause severe swelling, pain, and permanent tissue damage. Photograph by Clyde Peeling.

Gigitan ular berbisa diamondback (Crotalus Atrox). Gigitan ular derik berbisa ini dapat menyebabkan pembengkakan parah, nyeri, dan kerusakan jaringan permanen.

Copperhead (<i>Agkistrodon contortrix</i>) bite. These bites usually result in local pain and swelling but usually have less tissue loss than rattlesnake bites. Photograph by Tom Diaz.

Gigitan ular Copperhead (Agkistrodon contortrix). Gigitan ini biasanya mengakibatkan nyeri lokal dan pembengkakan tetapi biasanya kehilangan jaringan tidak sebanyak dari gigitan ular berbisa.

Timber rattlesnake (Crotalus horridus) bite. Pit viper bites can cause a leakage of blood cells out of the blood vessels, even on parts of the body away from the bite site. Note the significant bruising of the upper forearm and arm. Photograph by Clyde Peeling.

Gigitan ular kayu berbisa (Crotalus horridus). Gigitannya dapat menyebabkan kebocoran sel darah keluar dari pembuluh darah, bahkan pada bagian tubuh yang jauh dari tempat gigitan. Perhatikan memar yang signifikan dari lengan bawah dan lengan atas.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Gigitan Ular – Tindak Lanjut dan Prognosis

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-siku-hitam-lengan-tangan-Eritema-Multiformis-luka-bakar

DokterSehat.Com– Korban gigitan ular yang telah dipulangkan dari rumah sakit harus kembali segera jika terjadi perburukan gejala, terutama kesulitan bernapas, perubahan status mental, perdarahan, nyeri yang semakin memburuk, atau pembengkakan yang semakin parah.

Seseorang yang telah menerima pengobatan ABU untuk gigitan ular harus kembali ke perawatan medis jika ada tanda-tanda sakit serum (demam, otot atau nyeri sendi atau bengkak, gatal-gatal). Komplikasi ini biasanya terjadi dalam waktu 5-10 hari setelah pemberian ABU.

Seorang korban gigitan ular (terutama gigitan ular berbisa) harus, untuk beberapa minggu pertama, menginfokan kepada dokter jika hendak mealkukan operasi atau pembedahan. Beberapa bisa ular dapat menyebabkan kesulitan dalam pembekuan darah selama seminggu atau lebih setelah gigitan.

Pencegahan gigitan ular
Ular itu hampir selalu lebih takut manusia, daripada manusia takut kepada ular. Memberikan ular kesempatan untuk melarikan diri akan mencegah terjadinya gigitan ular. Namun, sebagian besar ular akan mencoba untuk menggigit jika terpojok atau takut.

  • Jangan mencoba untuk menangani, menangkap, atau menggoda ular berbisa atau ular yang belum diketahui identitasnya. Sebagian besar gigitan ular terjadi ketika korban mencoba untuk menangkap ular atau menangani ular sembarangan tanpa keahlian tertentu.
  • Gigitan ular sering dikaitkan dengan penggunaan alkohol. Asupan alkohol dapat melemahkan hambatan seseorang, sehingga kemungkinan bahwa orang yang sedang mabuk mencoba untuk mengambil ular. Alkohol juga menurun koordinasi gerak tubuh dan meningkatkan kemungkinan kecelakaan.
  • Orang dapat melindungi dirinya dari gigitan dengan mengenakan sepatu boot saat hiking atau bekerja di hutan. Celana panjang dapat mengurangi keparahan tergigit. Ketika di negara yang banyak ular, hati-hati meletakkan tangan dan kaki (misalnya, saat mengumpulkan kayu bakar atau mengumpulkan buah), dan jangan berjalan dengan bertelanjang kaki.
  • Jika pekerjaan atau hobi seseorang menghadapkan mereka dengan ular berbahaya secara teratur, perencanaan awal sebelum gigitan dapat menyelamatkan kehidupan. Karena tidak setiap dokter akrab dengan gigitan ular dan tidak setiap rumah sakit memiliki atau tahu cara mendapatkan ABU, berikan informasi mengenai jenis ular, jenis bisa, dan pengadaan dan penggunaan ABU yang dapat membantu staf medis merawat korban.

Prognosis gigitan ular
Memprediksi prognosis dalam setiap kasus gigitan ular sulit. Terlepas dari kenyataan bahwa mungkin ada sebanyak 8000 gigitan ular berbisa, sebagian besar kasus yang fatal tidak mencari perawatan medis untuk satu atau alasan lain. Sangat jarang bagi seseorang untuk meninggal sebelum mereka dapat mencapai perawatan medis di negara-negara maju. Namun di Indonesia, mengingat masih sulitnya akses, terlebih ketika orang sudah panik dengan adanya ular, atau adanya orang-orang yang berusaha menghisap bisa ular, waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk penyelamatan pasien malah jadi terbuang. Sebagian ular tidak berbisa juga menggigit. Jika seseorang digigit ular tidak berbisa, mereka akan sembuh. Kemungkinan komplikasi gigitan ular tidak berbisa termasuk gigi yang patah di dalam luka tusukan atau infeksi luka (termasuk tetanus). Ular tidak membawa atau menyebabkan rabies.

Seorang korban yang masih sangat muda, tua, atau memiliki penyakit lain mungkin tidak mentolerir jumlah yang sama dari bisa ular seperti orang dewasa yang sehat. Ketersediaan perawatan medis darurat dan, yang paling penting, ABU dapat mempengaruhi seberapa baik korban akan pulih.

Efek bisa ular yang serius dapat tertunda selama berjam-jam. Semua korban mungkin gigitan ular berbisa harus mencari perawatan medis tanpa ditunda. Semakin cepat pasien diobati dengan tepat untuk gigitan ular berbisa, prognosis akan lebih baik.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Bolehkan Bayi yang Sudah Berusia 6 Bulan Minum Jus Buah?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

bayi_makan_doktersehat

DokterSehat.Com– Setelah usia bayi genap enam bulan, maka bayi pun diperbolehkan untuk mendapatkan makanan pendamping ASI atau MPASI. Biasanya, orang tua akan memberikan makanan yang lembut atau memperkenalkan makanan yang sehat layaknya sayuran hingga buah-buahan yang diblender atau dijus. Sayangnya, ada sebagian orang yang menganggap bahwa bayi yang baru berusia enam bulan sebaiknya tidak diberi jus buah karena bisa menyebabkan kegemukan. Apakah anggapan ini benar adanya?

American Academy of Pediatrics baru-baru ini mengungkapkan hasil penelitian yang membantah anggapan tersebut. Menurut penelitian ini, jus buah ternyata tidak akan memicu kegemukan pada anak asalkan dikonsumsi dengan porsi yang tepat. Jika bayi mengkonsumsi jus yang dibuat 100 persen dari buah alami, tanpa adanya tambahan susu atau bahkan gula, maka berbagai nutrisi baik dari buah akan mereka dapatkan dan hal ini tidak akan memberikan kerugian apapun bagi kesehatan tubuhnya.

Laman kesehatan Mayo Clinic sendiri menyarankan orang tua untuk memberikan jus buah pada anak dengan usia setelah enam bulan sebanyak enam sampai delapan ons setiap harinya. Pastikan bahwa jus buah ini dibuat sendiri dan bukan dibeli di tempat-tempat penjualan jus yang seringkali memberikan bahan tambahan layaknya gula dengan porsi yang besar. Sebagaimana kita ketahui, konsumsi gula yang berlebihan jelas tidak sehat bagi kesehatan tubuh, termasuk tubuh anak.

Seiring dengan perkembangan usia anak, kita juga bisa menambahkan asupan jus buah ini secara bertahap. Laman kesehatan Mayo Clinic sendiri merekomendasikan anak dengan usia enam hingga 12 bulan untuk mengkonsumsi satu cangkir ukuran kecil jus buah demi mencegah kerusakan gigi pada anak. Setelah mengkonsumsi jus ini, ada baiknya anak juga langsung meminum air putih demi mencegah kerusakan pada gigi. Saat anak berusia satu hingga enam tahun, maka anak susah bisa mengkonsumsi jus buah sebanyak 177 mililiter setiap harinya. Saat anak sudah mencapai tujuh tahun, maka mereka sudah bisa mengkonsumsi 355 mililiter jus buah setiap harinya.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Waspada, Malas Mencuci Baju Baru Bisa Membuat Resiko Kanker Meningkat

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

DokterSehat.Com– Karena sangat antusias setelah mendapatkan baju baru, cukup banyak orang yang langsung menggunakan baju baru tersebut tanpa mencucinya terlebih dahulu. Meskipun terlihat sepele, pakar kesehatan menyebutkan bahwa hal ini cukup berbahaya untuk dilakukan. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan fakta mengejutkan tentang kebiasaan memakai baju baru yang belum dicuci, yakni meningkatnya resiko terkena kanker. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Pakar kesehatan dermatologi Donald Belsito yang berasal dari Columbia University Medical Center yang ada di kota New York, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa sebagian produsen baju ternyata menggunakan bahan kimia khusus pada baju baru. Penggunaan bahan kimia ini ditujukan untuk mencegah pakaian langsung mengkerut setelah dicuci. Sayangnya, bahan kimia ini ternyata bisa memicu reaksi alergi andai baju langsung digunakan tanpa sempat dicuci terlebih dahulu.

Bahan kimia yang dikenal sebagai formaldehida ini juga digunakan pada baju baru untuk mencegah munculnya jamur. Sayangnya, formaldehida ternyata bisa memberikan pengaruh buruk andai terpapar langsung pada kulit, khususnya dalam menyebabkan reaksi alergi hingga meningkatkan resiko kanker dengan signifikan.

Belsito sendiri menyarankan kita untuk segera mencuci pakaian yang baru kita beli sebelum digunakan. Tak hanya sekali, Belsito bahkan meminta kita mencucinya dua kali. Bilaslah pakaian hingga warna dari pakaian ini keluar dan gosoklah bagian yang kerap terkena keringat layaknya kerah atau keringat. Setelah dicuci dan dikeringkan, barulah pakaian baru ini bisa kita gunakan dengan aman.

Jika menggunakan baju baru tanpa dicuci bisa berbahaya bagi kesehatan, apakah hal yang sama juga terjadi andai kita mencoba baju di tempat perbelanjaan? Wall Street Journal menyebutkan bahwa mencoba baju di tempat perbelanjaan ternyata juga bisa menyebabkan reaksi alergi, terkena serangan kutu, atau bahkan menularkan penyakit tertentu. Hal ini berarti, kita juga harus berhati-hati saat melakukannya.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Benarkah Olahraga Tanpa Menggunakan Alas Kaki Itu Lebih Menyehatkan?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

DokterSehat.Com – Sebagian orang, khususnya orang tua, memilih untuk berolahraga tanpa menggunakan alas kaki. Mereka beranggapan bahwa tanpa menggunakan alas kaki saat berolahraga layaknya berjalan atau berlari, maka kita bisa menstimulasi beberapa titik pada telapak kaki yang bisa memberikan efek pijatan sehingga tubuh pun akan menjadi jauh lebih sehat. Sebenarnya, apakah olahraga tanpa alas kaki memang jauh lebih sehat bagi tubuh?

Pakar kesehatan dan olahraga dr. Michael Triangto, SpKO berkata bahwa anggapan tersebut ternyata tidak benar adanya. Menurut beliau, ada baiknya kita tetap berolahraga dengan alas kaki. Bahkan, dr. Triangto menyebutkan bahwa menyarankan kita untuk menggunakan sepatu olahraga yang pas untuk melakukan olahraga, khususnya di luar ruangan.

Hingga saat ini, belum ada hasil penelitian yang membuktikan bahwa berolahraga tanpa menggunakan alas kaki bisa memberikan efek layaknya melakukan terapi kesehatan. Bukannya mendapatkan manfaat kesehatan, dr. Triangto justru menyebutkan bahwa kita akan meningkatkan resiko terkena cedera. Tanpa adanya alas kaki, maka kaki akan terkena hentakan atau tekanan yang lebih besar saat melakukan olahraga, alhasil, pembuluh darah pada area tersebut pun akan jauh lebih beresiko untuk rusak. Selain itu, telapak kaki juga lebih mudah kapalan jika melakukan hal ini. Padahal, adanya kapalan ini bisa membuat kaki menjadi terasa tidak nyaman sekaligus merusak penampilan kaki itu sendiri.

Saat melakukan olahraga di luar ruangan, tanpa kita sadari kita sering menginjak permukaan yang tajam atau tersandung oleh batu. Tanpa adanya alas kaki yang tepat, maka kita tentu akan lebih mudah terluka atau terkena cedera, bukan? Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita tetap berolahraga sambil menggunakan alas kaki.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Cara Membuat Jus Buah Naga Segar Simple

Cara Membuat Jus Buah Naga Segar Simple merupakan tutorial bagaimana membuat buah naga menjadi segar. Alternatif untuk anda yang bosan denga...