Benarkah Sering Berolahraga Lari Kurang Baik Bagi Lutut?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-lari-hilangkan-stres

DokterSehat.Com – Banyak atlet olahraga lari yang kerap mengalami masalah nyeri lutut atau nyeri pada bagian persendian lainnya. Karena adanya fakta ini, kita pun berpikir jika olahraga lari jika dilakukan cukup sering , akan kurang baik bagi kesehatan lutut kita. Apakah anggapan ini benar secara medis?

Sebuah penelitian yang hasilnya dipublikasikan dalam jurnal kesehatan berjudul European Journal of Applied Physiology dan dilakukan di Brigham Young University (BYU) justru menemukan fakta bahwa mereka yang berlari santai dengan durasi setengah jam, justru bisa meredakan peradangan pada persendian lutut para pelari. Penelitian yang melibatkan 15 pelari yang memiliki kondisi tubuh yang sehat dengan rentang usia 18 hingga 35 tahun ini dilakukan dengan cara mengambil sampel darah dan cairan pada sendi lutut mereka pada waktu sebelum dan setelah melakukan lari santai selama 30 menit.

Para peneliti sebenarnya memprediksi adanya peningkatan molekul yang bisa memicu peradangan pada cairan lutut setelah para pelari ini berolahraga. Namun, hasilnya justru sebaliknya dimana penanda adanya peradangan ini justru menurun dengan signifikan setelah 30 menit berolahraga lari.

Matt Seeley, salah seorang professor olahraga dari BYU berkata bahwa hasil penelitian ini cukup mengejutkan. Hanya saja, menurut Seeley, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah dampak olahraga berlari ini masih sama jika jumlah partisipan lebih banyak sekaligus mengecek dampaknya satu minggu atau satu bulan setelah melakukan olahraga lari.

Dr. Brian Feeley yang berasal dari University of Californa, berkata bahwa olahraga lari 30 menit termasuk dalam sesi yang singkat sehingga cukup aman bagi lutut dan persendian. Sementara itu, olahraga lari dengan durasi lebih lama dan jarak yang lebih jauh cenderung kurang aman bagi lutut. Telah ada penelitian lain yang menunjukkan bahwa para pelari marathon cenderung mengalami perubahan tulang rawan yang bisa membuat mereka beresiko lebih besar mengalami cedera. Bahkan, menurut Feeley, kerap berlari dengan jarak yang jauh ternyata bisa berpotensi memicu degenerasi sendi.

Dengan adanya fakta ini ada baiknya kita melakukan olahraga lari dengan durasi 30 menit saja dengan intensitas yang santai dan jarak yang dekat. Dengan melakukannya, kita bisa mendapatkan manfaat sehat dari berlari tanpa khawatir akan adanya masalah kesehatan pada lutut.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Membuat Jus Buah Naga Segar Simple

Cara Membuat Jus Buah Naga Segar Simple merupakan tutorial bagaimana membuat buah naga menjadi segar. Alternatif untuk anda yang bosan denga...