Benarkah Parasetamol Memiliki Virus yang Berbahaya?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-obat-pil-bekuan-darah
pic credit: sarah

DokterSehat.Com – Belakangan ini di sosial media beredar kabar yang menyebutkan jika Parasetamol, salah satu obat yang cukup sering dikonsumsi masyarakat, memiliki kandungan virus yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Dalam kabar ini, disebutkan bahwa parasetamol yang memiliki label P/500 memiliki kandungan virus bernama Machupo yang bisa menyebabkan kematian. Bagi masyarakat, adanya kabar ini tentu sangat meresahkan sehingga mereka pun ketakutan untuk mengkonsumsi obat ini. Apakah memang parasetamol memiliki kandungan virus yang berbahaya?

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tanah air pun angkat bicara mengenai kabar yang cukup meresahkan masyarakat ini. Menurut BPOM, kabar bahwa parasetamol mengandung virus yang berbahaya ternyata hanyalah hoax. BPOM sendiri sudah melakukan evaluasi pada obat tersebut sehingga bisa dipastikan keamanannya, khasiatnya, dan mutunya sebelum diedarkan ke masyarakat. Tak hanya itu, selama ini BPOM juga melakukan pengawasan pada produksi dan distribusi berbagai obat, termasuk pada obat parasetamol tersebut sehingga bisa memastikan bahwa kabar burung tersebut tidak benar.

Melalui situs resminya, BPOM juga belum pernah menerima laporan yang resmi yang menyebutkan jika virus Machupo memang ada di dalam obat parasetamol dan berbagai obat-obatan lainnya. Hal ini berarti, masyarakat tidak perlu khawatir akan penggunaan obat ini karena masih aman untuk dikonsumsi.

Penny K Lukito, Kepala dari Badan POM Indonesia, menyarankan semua masyarakat Indonesia untuk membeli obat-obatan di toko obat atau apotek yang sudah berizin. Tempat-tempat tersebut bisa dipastikan menjual obat-obatan yang aman untuk kita konsumsi. Hanya saja, tetap saja ada baiknya kita selalu mengecek kemasan, label, izin edar, hingga tanggal kadaluwarsa pada obat-obatan tersebut. Jika menemukan sesuatu yang mencurigakan, masyarakat juga bisa menghubungi BPOM di nomor telepon 1500533.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Mandi Malam Ternyata Bisa Membuat Kita Tidur Lebih Nyenyak

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-mandi

DokterSehat.Com – Kita tentu sering mendengar nasihat dari orang tua yang melarang kita untuk mandi malam karena dikhawatirkan bisa memicu rematik. Padahal, menurut pakar kesehatan, andai kita mandi malam dengan waktu yang tepat, kita justru bisa mendapatkan manfaat berupa tidur yang jauh lebih nyenyak. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Sebuah penelitian yang dilakukan di New York’s Montefiore Medical Center menyebutkan fakta menarik dimana andai kita mandi pada waktu setengah jam sebelum beranjak tidur, maka kita bisa mendapatkan waktu tidur yang jauh lebih berkualitas. Shelby Harris, direktur dari organisasi tersebut, berkata bahwa kita bisa melakukan mandi selama 20 menit hingga satu jam sehingga membuat tubuh menjadi lebih bersih, terasa nyaman, suhu tubuh menurun, dan siap untuk segera beranjak tidur.

Sudah menjadi rahasia umum jika suhu tubuh yang lebih rendah akan membantu kita lebih cepat untuk beranjak tidur. Memang, kita juga membutuhkan suhu ruangan yang nyaman dan cukup dingin untuk mendapatkan waktu tidur yang berkualitas, namun, dengan tubuh yang jauh lebih nyaman, maka hal ini tentu akan lebih mudah untuk didapatkan. Pakar kesehatan Dianne Augelli dari Center for Sleep Medicine, juga mendukung pernyataan ini dengan berkata bahwa suhu tubuh yang rendah bisa ikut mengendalikan ritme sirkadian pada tubuh kita sehingga kita pun bisa segera tidur dengan nyenyak.

Tak hanya membuat kita lebih mudah tertidur dengan nyenyak, mandi di waktu malam hari juga bisa membuat kita membersihkan area wajah dengan lebih baik. Pakar kesehatan yang berasal dari National Sleep Foundation berkata bahwa kebiasaan ini akan membantu kita menjaga kulit wajah menjadi lebih bersih, menghindari munculnya jerawat, dan membuat kita tidak mudah terkena masalah penuaan dini.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Jangan Mudah Marah Jika Tidak Ingin Terkena Tekanan Darah Tinggi

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-gangguan-kepribadian-ambang
pic credit: petras gagilas

DokterSehat.Com – Ada sebuah mitos yang dipercaya oleh banyak orang dimana jika kita memiliki sifat mudah marah, maka kita akan cenderung beresiko terkena masalah tekanan darah tinggi. Apakah mitos ini memang sesuai dengan fakta medis?

Pakar kesehatan dr. Arieska Ann Soenarta, SpJP (K) ternyata menyebutkan jika mitos ini memang benar adanya. Menurut beliau, marah-marah yang merupakan ekspresi dari emosi negatif memang bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan, khususnya dalam memicu masalah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Tak hanya itu, jika kita mudah marah, maka hormon adrenalin di dalam tubuh juga bisa mengalami peningkatan dengan drastis. Yang menjadi masalah adalah, peningkatan hormon adrenalin ini bisa membuat pembuluh darah semakin mengecil sehingga akhirnya memicu peningkatan tekanan darah.

Menurut dr. Ann, marah-marah karena berbagai hal, khususnya karena stress, juga bisa membuat denyut jantung meningkat. Andai kita tergolong orang yang mudah tersinggung atau mudah marah untuk hal-hal yang sepele, dikhawatirkan tekanan darah semakin tidak terkontrol sehingga akan meningkatkan resiko terkena penyakit jantung dan stroke dengan signifikan.

Karena alasan inilah, mereka yang mengalami masalah tekanan darah tinggi harus rutin minum obat, mengkonsumsi pola makan yang sehat, dan tidak boleh mudah terpancing emosinya. Andai merasa ada hal yang sedikit menyinggung emosi, kita sebaiknya mencoba untuk menghela nafas atau melakukan relaksasi layaknya dengan meditasi dengan tujuan membuat pikiran lebih tenang dan menurunkan kadar hormon yang bisa memicu penyempitan pembuluh darah.

Di Indonesia sendiri, jumlah penderita hipertensi sangatlah tinggi dimana sekitar 25,8 persen dari total populasi ternyata menderita penyakit ini. Bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan masalah kesehatan ini, ada baiknya mulai menerapkan gaya hidup sehat, sering mengecek tekanan darah, apalagi jika sudah berusia lebih dari 30 tahun, dan tidak boleh mudah marah.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Anak Takut Matematika? Bisa Jadi Hal Ini Disebabkan Oleh Faktor Genetik

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

anak_belajar_doktersehat

DokterSehat.Com – Ada cukup banyak anak yang kesulitan saat berhadapan dengan pelajaran matematika sehingga akan membuatnya sulit untuk berkonsentrasi. Dalam realitanya, banyak anak yang menganggap pelajaran ini sebagai momok dan dianggap sulit untuk dimengerti. Jika anak anda takut dengan pelajaran matematika, bisa jadi hal ini disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan.

Sebuah penelitian dilakukan oleh pakar kesehatan di King’s College London untuk mencari tahu mengapa cukup banyak anak yang takut akan pelajaran ini. Sebagai informasi, ternyata ada anak yang bahkan mengalami kecemasan berlebihan atau mengeluarkan keringat dingin saat mempelajari matematika. Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa pengaruh genetik memang berpengaruh besar dalam membuat seseorang takut dalam menghadapi pelajaran matematika hingga akhirnya membuat mereka melepaskan hormon stress atau kortisol.

Penelitian yang hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports ini dilakukan dengan mempelajari data dari 1.400 pasangan anak kembar dengan rentang usia 19 hingga 21 tahun. Para anak kembar ini diteliti pengalaman hidupnya, teman-teman sebayanya, dan kecenderungan memilih kegiatan ekstrakurikuler. Dari data-data tersebut peneliti berhasil menemukan pengaruh besar dari faktor genetik terhadap munculnya rasa cemas pada pelajaran atau kegiatan tertentu.

Margherita Malanchini, salah seorang peneliti, menyebutkan bahwa ditemukannya faktor gen ini membuat orang tua yang melahirkan bayi yang ternyata membawa gen yang membuat mereka takut dengan matematika, bisa melakukan intervensi dalam pendidikannya sehingga tidak akan mengalami masalah tersebut saat besar nanti.

Sebenarnya, rasa cemas pada pelajaran matematikan ini bisa menjadi hal yang positif karena ternyata cukup banyak anak yang justru termotivasi untuk mengetahui apa yang membuat mereka tidak mengerti akan pelajaran ini. Hanya saja, jika orang tua kurang mendukung belajar anak dan justru cenderung hanya menyalahkan anak yang takut dengan pelajaran ini, bisa jadi anak justru kurang termotivasi dan semakin terpuruk nilainya saat menghadapi pelajaran matematika.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Fascitiis Nekrotikan – Terapi dan Pembedahan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-konsultasi-lupus-nyeri-lutut

Pengobatan dari fascitiis nekrotikan lainnya dapat juga dilakukan dengan beberapa hal berikut.

Terapi oksigen hiperbarik (HBO) untuk fasciitis nekrotikan

  • Terapi ini memberikan oksigen sangat terkonsentrasi untuk pasien di ruang khusus, sehingga meningkatkan oksigenasi jaringan. Ini menghambat bakteri anaerob dan mempromosikan penyembuhan jaringan.
  • Beberapa peneliti merasa bahwa HBO mengurangi angka kematian pada pasien tertentu bila digunakan bersama dengan rencana pengobatan agresif yang meliputi operasi dan antibiotik.
  • HBO tidak tersedia secara luas, oleh karena itu, konsultasi dengan spesialis hiperbarik mungkin diperlukan. Namun, jangan menunda manajemen bedah definitif.

Intravena immunoglobulin (IVIG) untuk fasciitis nekrotikan

Beberapa peneliti merasa bahwa IVIG dapat berguna sebagai pengobatan tambahan dalam kasus-kasus tertentu dari streptokokus fasciitis nekrotikan, seperti yang telah ditunjukkan untuk berhasil menetralisir eksotoksin streptokokus pada kasus streptococcus toxic shock syndrome (STSS). Namun, penggunaannya masih kontroversial pada kasus fasciitis nekrotikan dan oleh karena itu tidak dianggap sebagai perawatan standar.

Pembedahan untuk fasciitis nekrotikan

Debridement –membuaang jaringan kulit mati dari jaringan yang terinfeksi adalah dasar pengobatan dalam kasus fasciitis nekrotikan. Deteksi dini dan intervensi bedah yang cepat telah terbukti menurunkan morbiditas dan mortalitas, sehingga pentingnya keterlibatan dan konsultasi dengan dokter bedah dari awal kejadian.

  • Debridement luas dari semua jaringan nekrotik diperlukan. Sayatan luas dan mendalam mungkin diperlukan untuk membersihkan semua jaringan yang terinfeksi (fascia, otot, kulit, dan lainnya) sampai menemukan jaringan sehat, jaringan yang layak divisualisasikan.
  • Pengulangan debridement sering diperlukan dalam beberapa hari berikutnya setelah intervensi bedah awal, karena perkembangan keparahan penyakit dapat terjadi tiba-tiba, langsung memberat, dan tiada henti. Sepsis dapat menyebabkan menyebarnya infeksi ke area lain di tubuh, dan membutuhkan intervensi bedah.
  • Dalam beberapa kasus, meskipun debridement diulang, amputasi dapat menyelamatkan jiwa jika nekrosis terlalu luas, terdapat risiko sepsis dan kematian.

Tindak lanjut setelah pengobatan fasciitis nekrotikan

Pasien yang bertahan hidup dari fasciitis nekrotikan sering membutuhkan tindak lanjut dengan berbagai spesialis, tergantung pada komplikasi ditemui selama perawatan di rumah sakit dan hasil berikutnya. Banyak pasien memerlukan pencangkokan kulit atau bedah rekonstruksi, serta terapi fisik dan rehabilitasi. intervensi psikologis kadang-kadang diperlukan untuk pasien tertentu yang mungkin mengalami depresi, kecemasan, atau dampak psikologis lainnya.

Fasciitis Nekrotikan – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5 6 7 8


Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Fasciitis Nekrotikan – Pengobatan dengan Antibotik

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-obat-a-z-ponstan-asam-mefenamat-Levofloxacin-suplemen-hamil-kehamilan-hiv-truvada-melatonin-susah-tidur

Ketika diagnosis fasciitis nekrotikan sangat dicurigai atau dikonfirmasi, tindakan segera harus diambil untuk memulai pengobatan segera sehingga dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas. Pengobatan medis fasciitis nekrotikan terutama melibatkan pemberian antibiotik, diiringi dengan terapi oksigen hiperbarik dan pemberian imunoglobulin intravena (IVIG) meskipun jarang dilakukan. Pengobatan definitif untuk fasciitis nekrotikan pada akhirnya tetap memerlukan intervensi bedah.

  • Manajemen awal mencakup stabilisasi pasien, termasuk oksigen tambahan, monitoring jantung, dan pemberian cairan intravena.
  • Beberapa pasien dengan sepsis mungkin memerlukan pemberian obat intravena untuk meningkatkan tekanan darah dan/ atau menyisipkan tabung pernapasan (intubasi) dalam kasus-kasus penyakit parah atau gangguan pernapasan.
  • Pemantauan ketat dan perawatan suportif di unit perawatan intensif diperlukan.

Antibiotik untuk fasciitis nekrotikan

  • Antibiotik spektrum luas harus segera dimulai. Bakteri penyebabnya mungkin tidak diketahui awalnya, sehingga antibiotik harus menjangkau spektrum luas untuk berbagai macam bakteri, termasuk bakteri gram positif dan gram negatif aerobik, serta anaerob. Pertimbangan untuk infeksi yang disebabkan oleh MRSA juga harus diperhitungkan.
  • Ada berbagai regimen antibiotik yang tersedia, yang mungkin melibatkan monoterapi atau rejimen multi-obat. Antibiotik yang biasa direkomendasikan meliputi penisilin, ampisilin-sulbaktam (Unasyn), klindamisin (Cleocin HCl, Cleocin Pediatric), aminoglikosida, metronidazol (Flagyl 375, Flagyl ER), sefalosporin, carbapenems, vankomisin (Lyphocin, Vancocin HCl, Vancocin HCl pulvules) , dan linezolid (Zyvox). Kebanyakan dokter mengobati dengan lebih dari satu antibiotik karena bakteri yang menyebabkan fasciitis nekrotikan sering resisten terhadap lebih dari satu antibiotik dan beberapa infeksi yang disebabkan oleh lebih dari satu jenis bakteri.
  • Cakupan antibiotik bisa disesuaikan setelah hasil kultur mengidentifikasi organisme penyebab dan hasil sensitivitas antibiotik keluar. Pengujian sensitivitas antibiotik diperlukan untuk cukup mengobati bakteri strain baru MRSA dan NDM-1 yang resisten terhadap antibiotik.
Fasciitis Nekrotikan – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5 6 7 8


Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Benarkah Batuk Kering dan Berdahak Harus Diobati Dengan Obat yang Berbeda?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-batuk-keracunan-gas-monoksida-rejan-pertusis-Pneumonia-Atipik

DokterSehat.Com – Kita tentu kerap melihat di iklan-iklan televisi yang menjelaskan bahwa batuk berdahak dan juga batuk kering harus diobati dengan dua jenis obat yang berbeda. Padahal, menurut pakar kesehatan, hal ini ternyata tidak begitu tepat. Menurut Profesor Alyn Morice yang berasal dari University of Hull di Inggris, penggunaan dua jenis obat yang berbeda untuk dua jenis batuk ini sebenarnya hanyalah strategi pemasaran dari produsen obat saja.

Profesor Morice termasuk dalam pihak-pihak yang ingin kebenaran akan hal ini diungkapkan. Menurut beliau, apoteker kini tidak perlu lagi menanyakan apakah batuk yang dialami oleh pasien adalah batuk kering atau batuk berdahak karena sebenarnya obat yang diberikan sama sekali tidak berbeda. Hal yang berbeda terjadi andai pasien mengalami masalah kesehatan yang lebih serius layaknya tuberculosis atau bahkan penyakit bronchitis kronis yang memang membutuhkan penanganan medis yang jauh lebih baik agar bisa sembuh.

Berkat adanya berbagai penelitian, termasuk yang hasilnya telah dipublikasikan dalam jurnal berjudul Clinical Pharmacist, diketahui bahwa hanya ada sedikit sekali perbedaan antara kedua jenis batuk tersebut. Profesor Morice sendiri berkata bahwa semua jenis batuk sebenarnya dipicu oleh hipersensitivitas refleks batuk yang terjadi pada ujung saraf pada tenggorokan kita pada berbagai hal yang memicu iritasi, bukan karena apakah ada dahak atau tidak.

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di King’s College Hospital yang ada di London, Inggris yang ditujukan untuk memeriksa berbagai obat batuk di Inggris, menghasilkan fakta bahwa sebenarnya baik itu batuk berdahak maupun batuk kering ternyata diobati oleh obat yang sama. Selain itu, obat batuk sirup juga diyakini kurang efektif untuk mengatasi batuk akut. Melihat adanya fakta-fakta ini, kita tentu tidak perlu lagi bingung memilih obat batuk karena memang obat batuk yang kita butuhkan untuk mengatasi penyakit ini ternyata sama saja.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Awas, Makanan-Makanan Berikut Bisa Meningkatkan Asam Lambung

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

DokterSehat.Com – Salah satu masalah kesehatan yang membuat tubuh terasa sangat tidak nyaman adalah saat asam lambung meningkat dalam tubuh. Bagaimana tidak, naiknya asam lambung ini bisa membuat perut semakin terasa perih sehingga akan mengganggu aktifitas harian kita. Pakar kesehatan sendiri menyebutkan jika ada beberapa penyebab dari naiknya asam lambung, yakni stress dan pola makan. Beberapa makanan ternyata memang memiliki kemampuan meningkatkan kadar asam lambung dengan signifikan sehingga sebaiknya tidak kita konsumsi secara berlebihan. Apa sajakah makanan-makanan tersebut?

Susu dan produk turunannya
Pakar kesehatan menyebutkan jika susu dan produk olahannya layaknya keju dan yoghurt ternyata memang mampu meningkatkan kadar asam lambung dengan signifikan. Memang tidak setiap orang mengalami masalah kesehatan ini setelah mengkonsumsi susu. Namun, biasanya, 40 hingga 90 menit setelah mengkonsumsi susu ini kita bisa mengalami masalah naiknya asam lambung yang tidak nyaman.

Makanan yang kaya pati dan serat
Makanan berserat memang bisa memberikan manfaat bagi kelancaran proses pencernaan tubuh. Namun, makanan berserat layaknya sayuran kacang dan kangkung, serta buah-buahan yang terasa asam juga bisa memicu kenaikan asam lambung. Selain itu, makanan yang mengandung pati layaknya gandum, roti, dan juga kentang juga bisa meningkatkan produksi asam lambung dengan signifikan.

Makanan berlemak
Makanan yang kaya lemak dan bersantan sudah dikenal luas mampu meningkatkan kadar asam lambung dalam tubuh. Selain itu, permen dan makanan yang diklaim bebas gula juga bisa menyebabkan masalah kesehatan ini.

Beberapa jenis makanan yang rendah kalori
Makanan yang rendah kalori layaknya jamur, brokoli, buah pir, apel, asparagus, dan kacang-kacangan ternyata cenderung sulit untuk dicerna sehingga bisa meningkatkan produksi gas pada lambung. Sayangnya, hal ini juga bisa memicu peningkatan asam lambung dengan signifikan.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Waspada, Mentega Ternyata Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

DokterSehat.Com – Salah satu bahan makanan yang cukup banyak digunakan saat memasak adalah mentega. Mentega atau butter memang mampu membuat masakan menjadi lebih gurih dan sedap.

Mentega sendiri kerap digunakan saat kita ingin menumis atau menggoreng makanan karena kemampuannya dalam membuat makanan menjadi lebih enak. Sayangnya, dibalik segala kenikmatan yang ditawarkan oleh mentega ini, ada risiko kesehatan yang menanti. Tak tanggung-tanggung, mentega ternyata disebut-sebut mampu meningkatkan risiko diabetes dengan signifikan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Chan School of Public Health yang ada di Amerika Serikat. Diketahui bahwa jika kita mengonsumsi mentega hingga 12 gram atau lebih dalam sehari, maka kita akan meningkatkan risiko terkena diabetes hingga dua kali lipat.

Dalam penelitian ini, ditemukan fakta mengejutkan di mana mentega ternyata memiliki kandungan lemak trans yang sangat tinggi sehingga andai dikonsumsi cukup banyak, maka akan meningkatkan risiko terkena diabetes, koleterol, obesitas, hingga stroke.

Penelitian lain yang hasilnya dirilis dalam jurnal berjudul American Journal of Clinical Nutrition bahkan menyebutkan jika konsumsi mentega secara rutin bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan kardiovaskular.

Penelitian yang melibatkan 3.349 orang ini menghasilkan fakta bahwa ada 226 orang yang memiliki resiko diabetes lebih tinggi dari orang lain karena menerapkan gaya hidup yang tidak sehat sekaligus mengkonsumsi mentega secara berlebihan setiap hari.

Selain menurunkan asupan mentega harian, pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengonsumsi berbagai makanan yang menyehatkan layaknya sayuran, buah, dan juga kacang-kacangan.

Selain itu, kita juga sangat disarankan untuk rutin berolahraga, mencukupi kebutuhan air putih, dan juga mendapatkan waktu tidur yang cukup. Dengan melakukan hal-hal ini, maka kita tidak akan mudah terkena berbagai penyakit berbahaya layaknya diabetes.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Bolehkah Ibu Hamil Mengkonsumsi Jamu Kemasan?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-hamil-kehamilan

DokterSehat.Com – Jamu sudah dikenal luas sebagai obat tradisional yang bisa membantu kita menjaga kesehatan tubuh. Terdapat pula beberapa macam jamu yang khusus diperuntukkan bagi ibu hamil dengan tujuan membuat kulit bayi lebih putih dan bersih. Hanya saja, jika jamu pada jaman dahulu dibuat dari bahan-bahan alami, kini jamu yang dikonsumsi oleh ibu hamil seringkali adalah jamu kemasan. Sebenarnya, bolehkah ibu hamil mengkonsumsi jamu kemasan tersebut?

Pakar kesehatan Prof. Dr. Mangestuti Agil, MS, Apt, yang berasal dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, berkata bahwa berbeda dengan jamu yang berasal dari bahan tradisional, jamu kemasan kualitasnya masih diragukan sehingga tidak direkomendasikan oleh ibu hamil. Kita tidak benar-benar tahu bahan apa saja yang dimasukkan ke dalam jamu kemasan tersebut sehingga dikhawatirkan bisa berpengaruh buruk bagi perkembangan janin.

Lantas, apakah ibu hamil tidak diperbolehkan mengkonsumsi jamu? Sebenarnya asalkan dibuat dengan bahan alami atau dibuat dengan racikan sendiri, maka hal ini masih diperbolehkan oleh ibu hamil.

Dr. Raymond Tjandrawinata, PhD, berkata bahwa ibu hamil memang kini tidak bisa sembarangan mengkonsumsi jamu kemasan demi menjaga kesehatan dan perkembangan janin di dalam kandungan. Beliau memberikan contoh layaknya konsumsi jahe yang banyak dipakai sebagai bahan jamu. Jahe memang bisa dijadikan ramuan untuk mengatasi mual-mual, pusing, dan masalah morning sickness pada ibu hamil. Hanya saja, menurut pakar kesehatan, kandungan aktif di dalam jahe ternyata juga beresiko memicu kontraksi pada ibu hamil. Karena alasan inilah, ibu hamil sebaiknya hanya mengkonsumsi satu siung saja. Jika ibu hamil mengkonsumsi jahe dengan berlebihan, dikhawatirkan bisa memicu efek samping bagi kesehatannya atau bahkan bagi kesehatan kandungannya.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Benarkah Panjang Jari Tangan Bisa Menandakan Ukuran Penis Pria?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-jari-tangan-sakit-mengetik

DokterSehat.Com – Jari tangan adalah salah satu bagian tubuh manusia yang cukup aktif dan bisa memberikan banyak manfaat bagi kegiatan sehari-hari. Tak hanya itu, jari tangan ternyata juga bisa menandakan beberapa hal tentang pemiliknya. Sebagai contoh, banyak orang yang percaya jika ukuran jari tangan bisa menandakan ukuran penis pria. Apakah hal ini benar adanya?

Selama ini, cukup banyak orang yang yakin jika rasio dari jari telunjuk dan jari tengah pria bisa menunjukkan ukuran penisnya. Hal ini ternyata benar-benar diteliti oleh pakar kesehatan dari Higher School of Economics yang berasal dari Rusia. Dalam penelitian ini, diketahui bahwa rasio jari telunjuk dan jari tengah memang bisa menandakan ukuran panjang penis dengan cukup akurat. Penelitian lain yang hasilnya dipublikasikan dalam jurnal berjudul Asian Journal of Andrology, menyebutkan bahwa pria dengan panjang jari manis yang cenderung lebih pendek dari jari telunjuknya, biasanya memiliki ukuran penis yang panjang.

Tak hanya pada kaum pria, ukuran jari juga bisa menandakan status finansial seseorang. Di dalam jurnal berjudul Economics and Human Biology, terdapat sebuah penelitian yang mempelajari data dari 900 wanita dan 700 wanita dari rentang usia 25 hingga 60 tahun. Hasilnya adalah, semakin rendah rasio antara jari telunjuk dan jari tengah, maka semakin tinggi kecenderungan pendapatan yang mereka hasilkan setiap bulan.

Penelitian lain yang hasilnya dirilis dalam jurnal Behavioural Brain Research juga menunjukkan fakta menarik tentang jari tangan kita. Jika kita memiliki jari telunjuk yang lebih pendek dari jari manis karena memiliki hormon testosteron yang lebih rendah, maka kita akan cenderung lebih mudah mengembangkan penyakit ADHD atau autisme pada pria serta kecemasan berlebih dan depresi pada kaum hawa.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Pengguna Program Bayi Tabung di Indonesia Meningkat

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-masalah-kesuburan-kehamilan-baby-set-go-bayi-tabung-mendapatkan-keturunan

DokterSehat.ComIn Vitro Fertilization (IVF) atau yang di Indonesia lebih dikenal sebagai program bayi tabung adalah sebuah solusi yang cukup banyak digunakan oleh pasangan yang ingin mendapatkan keturunan namun mengalami masalah kesuburan atau infertilitas. Di Indonesia sendiri, pengguna program bayi tabung ini cenderung semakin meningkat dari tahun ke tahun. Apa penyebab dari peningkatan ini?

Pakar kesehatan dari Perhimpunan Fertilisasi In Vitro Indonesia bernama dr. Yassin Yanuar MIB, SpOG, berkata bahwa pada tahun 2014 silam, hanya ada 4.877 penguna program bayi tabung di tanah air. Pada tahun 2015, angka ini meningkat hingga 6.008 pengguna atau sekitar 25 persen. Data dari tahun 2016 lalu masih dihitung sehingga belum dipastikan apakah meningkat atau cenderung stagnan.

Peningkatan pengguna program bayi tabung ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Bisa jadi, semakin banyak pasangan yang kini mengalami pasangan kesuburan. Selain itu, kini semakin banyak orang yang menyadari pentingnya pengetahuan tentang ketidaksuburan dan adanya program bayi tabung sebagai salah satu solusi untuk mengatasinya. Sebagai informasi, pasangan yang mengalami gangguan ketidaksuburan di Indonesia cukup tinggi dan cukup banyak dari mereka yang membutuhkan program bayi tabung untuk mendapatkan keturunan. Dari sekitar 4 juta pasangan yang mengalami gangguan infertilitas, setidaknya ada 200 ribu pasangan yang membutuhkan bantuan program bayi tabung ini. Hanya saja, hingga saat ini saja, Indonesia baru melakukan 7 ribu siklus bayi tabung.

Menurut pakar kesehatan, meningkatnya pengguna program bayi tabung juga disebabkan oleh semakin terjangkaunya biaya program ini. Selain itu, klinik yang melayani program ini juga semakin banyak ditemukan di kota-kota besar layaknya Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, Medan, atau di kota-kota lain layaknya Magelang dan Surakarta. Karena kemudahan-kemudahan ini pulalah yang membuat banyak pasangan yang mengalami infertilitas mencoba program bayi tabung demi mendapatkan keturunan yang selama ini diidam-idamkan.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Ini Alasan Mengapa Ada Orang yang Terlahir Kidal

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-tangan-kidal

DokterSehat.Com – Orang yang kidal sering kali dianggap sebagai orang yang istimewa karena bisa melakukan berbagai hal yang tidak bisa dilakukan orang pada umumnya. Sebagai contoh, kebanyakan dari kita menulis dengan tangan kanan dan tentu akan kesulitan jika harus menulis dengan tangan kiri sehingga kita tentu akan takjub melihat mereka yang kidal menulis dengan tangan kiri. Sebenarnya, apa sih penyebab seseorang bisa menjadi kidal?

Pakar kesehatan Sebastian Ocklenburg yang berasal dari Rurh-Universit├Ąt di Bochum, Jerman, baru-baru ini melakukan sebuah penelitian untuk mengetahui penyebab seseorang bisa menjadi kidal. Dalam penelitian ini, Ia berhasil menemukan fakta bahwa seseorang menjadi kidal bukan karena pengaruh lingkungannya, namun telah terjadi saat di dalam kandungan. Ocklenburg dan timnya menemukan sebuah fakta menarik dari hasil penelitian yang sebelumnya dilakukan pada tahun 1980an. Dalam pemeriksaan USG pada penelitian ini, diketahui bahwa saat usia kehamilan 13 minggu, bayi sudah bisa menghisap jempolnya. Yang menarik adalah, jempol dari tangan yang dihisap ini cenderung akan menjadi tangan utamanya setelah terlahir.

Ocklenburg dan timnya pun melakukan penelitian lebih lanjut karena menduga isapan jempol ini berasal dari gerakan yang dikendalikan oleh bagian motorik otak. Namun, Ocklenburg justru menemukan bahwa penyebab utama dari isapan jempol ini adalah jaringan saraf pada punggung atau yang disebut sebagai medulla spinalis/ spinal cord.

Ia pun akhirnya mencari tahu apakah ada gen khusus yang bisa membuat seseorang menjadi kidal. Hasilnya adalah, memang ada aktifitas gen asimetris saat DNA terbentuk, jauh sebelum terbentuknya jaringan saraf medulla spinalis. Aktifitas gen inilah yang diyakini menyebabkan seseorang menjadi kidal.

Di seluruh dunia ini, ada 10 persen orang yang terlahir dengan kondisi kidal. Yang menarik adalah, mereka yang aktif dengan tangan kiri ini cenderung memiliki otak yang lebih terorganisir dan cenderung lebih terampil dalam mengerjakan berbagai hal.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Dokter Gigi Ini Mengkampanyekan Kesehatan Mulut Dengan Memparodikan Lagu Ed Sheeran

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktesehat-gigi-singing-dentist
Photo Credit: Facebook/ Milad Shadrooh

DokterSehat.Com – Dokter gigi bernama dr. Milad Shadrooh ini memiliki cara yang unik dalam mempromosikan kesehatan gigi dan mulut. Dokter yang berasal dari Inggris ini dikenal sebagai The Singing Dentist. Di laman website yang dinamai dengan julukannya ini, Ia kerap mengunggah video yang unik dan lucu sambil memparodikan lagu-lagu yang sedang populer. Belakangan, namanya menjadi perbincangan dunia maya karena memparodikan lagu Ed Sheeran berjudul “Shape of You” menjadi pesan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Photo Credit: Facebook/ Milad Shadrooh

Menurut dr. Shadrooh, caranya dalam memparodikan beberapa lagu ini bertujuan untuk menarik perhatian anak-anak sehingga mereka pun akan lebih menyadari pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Di dalam parodi lagi Ed Sheeran ini sendiri, Ia memberikan pesan pada anak-anak untuk rutin mengecek kesehatan giginya dan tak perlu takut dengan dokter gigi karena para dokter gigi ini sebenarnya ikut membantu menjaga anak-anak terhindar dari masalah kesehatan gigi.

Dr. Shadrooh sendiri sudah melakukan hal unik ini semenjak tahun lalu. Beruntung, parodi yang Ia unggah di media sosial ternyata mendapatkan respons yang baik dari masyarakat. Banyak orang yang menganggap cara dr. Sadrooh dalam mengkampanyekan kesehatan gigi dan mulut sebagai cara yang unik sekaligus menyenangkan. Beberapa orang tua bahkan mengaku menunjukkan video dr. Shadrooh pada anak-anak mereka untuk memberitahukan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dan anak-anak tersebut kini menjadi lebih rajin menyikat giginya.

Saat ditanya apakah pernah ada artis yang protes karena lagunya diparodikan, dr. Shadrooh berkata bahwa setiap penyanyi pasti akan menerima jika lagunya diparodikan, apalagi dengan tujuan yang baik seperti yang Ia lakukan. Dr. Shadrooh sendiri tidak mengambil keuntungan dari parodi dan ketenarannya ini dan berkata bahwa yang Ia lakukan hanyalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Terkena Sindrom Bau Ikan, Wanita Ini Memiliki Bau Badan yang Sangat Amis

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-Kelly Fidoe-White
Photo Credit: Facebook/ Kelly Fidoe-White

DokterSehat.Com – Wanita berusia 36 tahun bernama Kelly Fidoe-White ini mengalami masalah kesehatan yang sangat langka. Bagaimana tidak, Ia terkena sindrom bau ikan yang membuatnya memiliki bau badan yang sangat amis. Gara-gara bau badannya yang luar biasa ini, teman-teman kerjanya merasa terganggu sehingga akhirnya kini Ia pun harus bekerja shift malam.

Photo Credit: Facebook/ Kelly Fidoe-White

Di dalam dunia medis, sindrom bau ikan atau fish odour syndrome ini disebut sebagai trimethylaminuria. Kelly sendiri sudah terkena sindrom ini sejak kecil sehingga saat dulu bersekolah, Ia sudah terbiasa dengan ejekan dan bullying dari teman-temannya. Gara-gara bau badannya yang amis dan menyengat, Kelly pun harus mandi empat kali dalam sehari dan setidaknya dua kali berganti pakaian. Selain itu, Ia juga terpaksa menggunakan deodoran di seluruh tubuhnya demi menutupi bau ini. Sayangnya, semua hal yang Ia lakukan ini tak mampu menahan bau badannya yang sangat menyengat.

Kelly sendiri bekerja sebagai radiographer CT/MR pada Royal Oldham Hospital di Inggris. Di tempat kerjanya ini, Ia banyak menerima keluhan dari rekan-rekannya. Agar tidak terlalu banyak orang yang terganggu oleh bau badannya inilah, Ia akhirnya memilih untuk bekerja shift malam.

Menurut pakar kesehatan, sindrom bau ikan yang dialami oleh Kelly ini terjadi karena tubuhnya tidak mampu memecah senyawa dalam makanan yang bernama kolin. Karena hal ini, tubuhnya mengeluarkan bau yang sangat menyengat dari keringat, nafas, hingga air seninya. Yang mengenaskan adalah, andai Kelly memakai deodoran dengan berlebihan atau mandi terlalu sering, kulitnya justru bereaksi dan bisa membuat bau badannya menjadi jauh lebih menyengat. Ia pun harus menggunakan sabun mandi khusus dan mengkonsumsi obat khusus demi mendukung tubuhnya dalam memecah kolin.

Beruntung, rekan-rekan kerja shift malamnya di rumah sakit bisa mengerti kondisi yang dialami oleh Kelly. Mereka hanya perlu berkomunikasi dengan Kelly saat merasa terganggu sehingga Kelly bisa menyegarkan diri sejenak agar baunya tak lagi menyengat. Kini, Kelly pun berharap ada pengobatan yang bisa menghilangkan bau badannya yang luar biasa ini.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Yoghurt?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-almond-yoghurt
pic credit: jules

DokterSehat.Com – Yoghurt dikenal luas sebagai makanan yang sehat bagi saluran pencernaan dan juga jantung. Banyak pula kaum hawa yang mengkonsumsi makanan ini karena bisa membantu mereka mendapatkan berat badan dan bentuk tubuh yang ideal. Hanya saja, saat hamil, banyak wanita yang memilih untuk tak lagi mengkonsumsinya karena takut jika makanan ini berbahaya bagi kandungan. Sebenarnya, bolehkah ibu hamil makan yoghurt?

Pakar kesehatan menyebutkan jika yoghurt ternyata cukup aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Yoghurt dan produk turunan susu lainnya layaknya susu cair atau keju biasanya melalui proses pasteurisasi terlebih dahulu sehingga bisa dipastikan berbagai bakteri berbahaya sudah terbunuh dalam proses tersebut. Alhasil, ibu hamil tidak perlu khawatir untuk mengkonsumsinya karena yang tersisa dari yoghurt adalah berbagai nutrisi yang baik bagi kesehatan.

Hanya saja, ibu hamil harus benar-benar teliti dalam memilih yoghurt. Ada sebagian produk yoghurt di pasaran yang ternyata tidak melalui proses pasteurisasi terlebih dahulu yang berarti masih ada kemungkinan produk tersebut memiliki bakteri yang kurang aman bagi kesehatan janin di dalam kandungan. Karena alasan inilah ibu hamil harus benar-benar teliti dalam membaca label yoghurt.

Sebenarnya apa sajakah manfaat yoghurt bagi ibu hamil? Pakar kesehatan menyebutkan jika yoghurt bisa dijadikan camilan yang sehat dan rendah lemak bagi ibu hamil yang ingin menjaga berat badannya tidak naik secara berlebihan. Di dalam yoghurt sendiri ibu hamil bisa mendapatkan asupan kalsium yang akan membantu perkembangan tulang janin. Selain itu, bakteri sehat pada yoghurt akan membuat sistem pencernaan ibu hamil bisa menyerap berbagai nutrisi dari makanan dengan maksimal.

Tak hanya harus memilih yoghurt yang melalui proses pasteurisasi saja, ibu hamil juga sebaiknya tidak mengkonsumsi yoghurt lebih dari 200 gram setiap harinya demi menjaga kesehatan kehamilannya.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Gigitan Hewan – Tindak Lanjut dan Pencegahan

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-kulit-tangan-halus-kesehatan-skin-Eksim-Nummular-Dermatitis-Erisipeloid-Eritema-Nodosum-ichtyosis-lamellar-panu-impetigo-aquagenic-urticaria

Ketika pasien dipulangkan dari unit gawat darurat atau meninggalkan klinik, pasien harus menerima petunjuk tentang cara untuk merawat luka karena gigitan hewan.

Kebanyakan dokter akan merekomendasikan evaluasi ulang dari gigitan dalam 48 jam untuk mencari tanda dan gejala adanya infeksi.

Jika luka itu dijahit, dokter akan memberitahu pasien kapan untuk kontrol jahitan dan kapan untuk pengambilan jahitan, dan akan mengedukasi pasien untuk tidak membasahi luka yang dijahit.

  • Biasanya jahitan di wajah diambil dalam waktu 3-5 hari.
  • Jahitan yang lebih besar dapat ditinggal dalam waktu 10-14 hari.
  • Jahitan di daerah lain diambil dalam waktu 7-10 hari.

Bagaimana mencegah gigitan hewan?
Dengan naluri manusia, seseorang dapat menurunkan risiko digigit oleh hewan:

  • Hindari kontak dan interaksi dengan hewan yang tidak diketahui. Bahkan hewan yang ramah bisa menggigit jika diprovokasi.
  • Jangan makan atau mencoba untuk menangkap atau bermain dengan hewan liar seperti kucing, anjing, atau tikus.
  • Jangan ganggu binatang ketika sedang makan atau mengurus anak-anaknya.
  • Hati-hati ketika Anda “agresif” untuk bermain dengan binatang. Bahkan anjing piaraan bisa menggigit pemiliknya secara tidak sengaja.
  • Jangan tempelkan jari Anda ke dalam kandang hewan (misalnya, di toko hewan peliharaan, kebun binatang, atau pertunjukan hewan piaraan).

Apakah prognosis untuk gigitan hewan?
Mayoritas gigitan hewan sembuh dengan cepat tanpa komplikasi serius.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Gigitan Hewan – Obat Medis dan Antibiotik

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-obat-serangan-jantung

Pengobatan medis untuk gigitan hewan tergantung pada status luka gigitan, perawatan luka lokal bervariasi.

Jika luka dijahit, maka luka harus tetap bersih dan kering. Jangan membasahi luka meskipun tidak sengaja dengan mandi sampai jahitan diambil.

Jika luka dibiarkan terbuka, maka dokter mungkin merekomendasikan untuk dievaluasi harian atau dengan perawatan lain

Jika antibiotik diresepkan, penting untuk menyadari bahwa antibiotik tidak digunakan untuk mengobati infeksi. Antibiotik digunakan untuk mencegah infeksi. Kecenderungan untuk memperkecil resep dengan menggunakan antibiotik semakin marak, dan karena itu, pasien dapat tidak diresepkan antibiotik, dengan ditambahkan edukasi oleh dokter mengenai pemantauan untuk tanda-tanda atau gejala infeksi pada luka secara cermat.

Gigitan yang umumnya mendapatkan antibiotik adalah:

  • Gigitan kucing dengan luka tusukan yang dalam
    • Luka gigitan kucing
    • Luka yang diperlukan pengangkatan jaringan (debridement)
    • Luka sangat terkontaminasi
    • Gigitan hewan pada lansia
    • Gigitan hewan pada orang dengan kondisi medis kronis (seperti diabetes)
  • Gigitan ke daerah dengan suplai darah yang baik (misalnya wajah) umumnya tidak memerlukan antibiotik.
  • Antibiotik yang paling umum diresepkan adalah amoksisilin/ klavulanat (amoxiclav) atau kombinasi dari dua obat, amoksisilin dan sefaleksin (Keflex). Antibiotik lain yang digunakan termasuk eritromisin, kotrimoksazol (Bactrim), dan azitromisin (Zithromax).
  • Jika digunakan pada periode awal, pemberian antibiotik 5 hari umumnya memadai, meskipun beberapa merekomendasikan 3–7 hari. Aturan-aturan ini berubah jika Anda secara aktif mengobati infeksi, atau jika gigitan sangat kotor atau tercemar.
  • Kebanyakan luka gigitan diobati dengan obat nyeri seperti asam mefenamat atau ibuprofen. Kadang-kadang, dokter mungkin meresepkan obat nyeri yang lebih kuat


Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tips Membersihkan Rumah Setelah Banjir Mereda

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-banjir
Photo Credit: Abdul Rahman

DokterSehat.Com – Belakangan ini bencana banjir melanda berbagai daerah di tanah air. Banyak warga yang terpaksa harus mengungsi karena rumahnya terendam oleh air banjir yang dipenuhi dengan berbagai kotoran, lumpur, dan lain sebagainya. Jika di daerah kita air banjir sudah mulai surut, mau tidak mau tentu kita harus berjibaku dalam membersihkan berbagai kotoran dan sampah ini agar rumah kembali bersih dan bisa digunakan kembali. Berikut adalah tips untuk membersihkan rumah setelah air banjir surut.

Menurut pakar kesehatan Rebecca Morley dari National Center for Healthy Housing, waktu ideal dalam membersihkan rumah adalah 24 hingga 36 jam setelah air banjir surut. Mengapa kita harus melakukannya dalam kurun waktu secepat itu? Menurut Rebecca, kita harus berpacu dengan waktu agar bakteri dan jamur tidak berkembang biak dengan cepat pada rumah kita mengingat bakteri dan jamur sangat suka dengan lingkungan yang basah. Padahal, sudah menjadi rahasia umum jika bakteri dan jamur adalah pemicu berbagai masalah kesehatan layaknya asma, alergi, radang tenggorokan, atau bahkan flu.

Tak hanya jamur dan bakteri, kita juga sebaiknya harus segera membersihkan rumah karena air banjir sangatlah kotor dan sudah terkontaminasi berbagai limbah rumah tangga atau bahan kimia berbahaya lainnya.

Mulailah bersih-bersih rumah setelah banjir dengan cara mengangkut berbagai benda-benda layaknya kursi, sofa, bantal, gorden, hingga furniture lainnya yang basah ke area yang kering dan terpapar sinar matahari secara langsung. Dengan mengeringkannya, berbagai perabotan tersebut pun tidak akan mudah rusak. Setelah mengeluarkan semua sisa air banjir dan lumpur dari dalam rumah, kita bisa menggunakan vakum untuk mengeluarkan berbagai air atau kelembaban dari berbagai perabotan layaknya karpet. Kita juga bisa menggunakan kipas angin untuk membuat ruangan tidak terlalu lembab. Jika perlu, gunakan pula dehumidifier untuk membantu menurunkan kelembaban berlebihan pada rumah kita sehingga rumah pun tidak akan menjadi sarang bakteri atau jamur.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Benarkah Mitos Ibu Hamil Menggunakan Toilet Jongkok Bisa Membuat Bayi Terlahir Dini?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-kehamilan-hamil

DokterSehat.Com – Kebanyakan masyarakat Indonesia menggunakan toilet jongkok untuk buang air besar. Sayangnya, penggunaan toilet jongkok ini dianggap tidak sehat dan tidak aman bagi ibu hamil. Padahal, cukup banyak orang, termasuk ibu hamil, yang kesulitan untuk buang air besar andai menggunakan toilet duduk. Apakah berbahaya jika ibu hamil tetap menggunakan toilet jongkok untuk buang air?

Pakar kesehatan spesialis kandungan dr. Boy Abidin, SpOG, berkata bahwa saat hamil, tubuh ibu memang akan menopang beban yang jauh lebih besar. Tak hanya berat badannya yang cenderung meningkat, Ia juga harus menopang janin di dalam kandungan yang semakin besar dan berat. Karena bertambahnya beban ini, maka ibu hamil pun bisa dipastikan akan kesulitan untuk menggunakan toilet jongkok ini.

Menurut dr. Boy, posisi jongkok adalah posisi yang sangat sulit dilakukan oleh ibu hamil mengingat adanya beban tambahan pada perutnya. Kaki pun akan menopang beban secara berlebihan sehingga akan membuatnya mudah terasa sakit atau kesemutan, khususnya area betis dan paha yang akan cenderung lebih mudah untuk merasa pegal-pegal.

Hanya saja, untuk mitos yang menyebutkan jika menggunakan toilet jongkok bisa membuat bayi keluar, hal ini sama sekali tidak benar. Bahaya penggunaan toilet ini lebih ke kenyamanan saat melakukan buang air besar bagi ibu hamil.

Bagi pasangan yang baru mendapatkan kehamilan, ada baiknya mengganti toilet jongkoknya dengan toilet duduk demi membantu ibu hamil buang air dengan lancar dan nyaman. Ibu hamil pun tidak akan lagi kesulitan dan merasakan pegal-pegal pada kakinya saat buang air. Selain itu, karena memang kondisi kehamilan bisa menyebabkan kesulitan buang air besar, maka ada baiknya ibu hamil juga harus memperbanyak asupan air minum dan makanan yang berserat sehingga tidak akan mudah mengalami masalah buang air besar tidak lancar atau sembelit.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Ingin Ketiak Kembali Cerah Secara Alami? Lakukan Hal Ini

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

DokterSehat.Com – Gara-gara kerap mencukur atau mencabuti bulu ketiak, kulit ketiak pun cenderung berubah menjadi lebih gelap dan kusam. Bagi kaum hawa, semakin gelapnya kulit ketiak ini bisa membuat mereka kehilangan kepercayaan dirinya. Memang, kita bisa menggunakan beberapa produk yang diklaim mampu mengatasi masalah kulit ketiak yang gelap dan kusam, namun, kita juga bisa menggunakan beberapa bahan alami ini untuk membuat kulit ketiak kembali cerah. Apa sajakah bahan alami tersebut?

Minyak kelapa
Pakar kesehatan menyebutkan bahwa salah satu cara terbaik untuk mencerahkan kulit ketiak adalah dengan melakukan pemijatan dengan minyak kelapa. Kita hanya perlu memijat kulit ketiak selama beberapa menit dan kemudian diamkan selama 90 menit sebelum dibilas dengan air bersih. Lakukan pemijatan ini 3 hingga 4 kali dalam sepekan dan kulit ketiak pun akan kembali cerah.

Yoghurt dan air perasan lemon
Kita bisa mencampurkan yoghurt dengan air perasan lemon dan kunyit hingga merata. Campuran ini bisa kita oleskan pada kulit ketiak selama 20 menit dan kemudian kita bilas dengan air hangat.

Susu dan tepung beras
Kita bisa membuat masker alami untuk membantu kembali mencerahkan kulit ketiak dari bahan susu cair dan tepung beras. Cukup campurkan kedua bahan tersebut dan aduk hingga mengental. Setelah itu, kita bisa oleskan masker ini pada kulit ketiak hingga merata dan tinggal kita diamkan selama 10 atau 20 menit hingga mengering. Setelah itu, kita bisa bilas dengan air bersih. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, kita bisa membilas masker ini sambil menggosok-gosok kulit ketiak dengan gerakan memutar sehingga sel-sel kulit mati yang membuat kulit ketiak kusam bisa lepas.

Cuka apel dan tepung beras
Jika kulit kita tidak berjenis sensitif, maka masker dari bahan cuka apel dan tepung beras bisa mengatasi masalah kulit ketiak yang gelap dan kusam. Kedua bahan yang sudah dicampur hingga mengental ini tinggal dioleskan pada kulit ketiak dan biarkan hingga kering. Setelah itu, kita tinggal menggosoknya dengan gerakan melingkar saat dibilas untuk melepaskannya.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Ini Tanda Bahwa Diet yang Kita Lakukan Tidak Sehat

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-timbangan-berat-badan-diet-sindrom-metabolik

DokterSehat.Com – Demi mendapatkan penampilan tubuh yang jauh lebih baik, cukup banyak orang yang harus melakukan diet. Dengan melakukannya, kita memang bisa menurunkan berat badan. Sayangnya, masih banyak orang yang melakukan diet yang tidak sehat sehingga membuat kesehatan tubuh mereka menurun. Sebenarnya, apa sajakah tanda yang menunjukkan jika kita sedang menjalani diet yang tidak sehat?

Berat badan turun drastis
Meskipun tujuan utama dari melakukan program diet adalah menurunkan berat badan, penurunan berat badan yang sangat drastis justru harus kita waspadai. Banyak kasus yang menunjukkan bahwa penurunan berat badan lebih dari 5 kg hanya dalam satu bulan saja dan disertai dengan tubuh yang terasa tidak fit adalah tanda dari masalah kesehatan. Idealnya, kita melakukan program diet yang dilakukan secara berkelanjutan dan bertahap sehingga setiap bulannya penurunan berat badan hanya sekitar 2-3 kg saja.

Tubuh tak lagi bugar
Diet seharusnya membuat tubuh menjadi lebih sehat dan bugar. Namun, jika yang terjadi pada tubuh kita adalah sebaliknya dimana tubuh justru terasa kelelahan, tak bertenaga, pucat, membuat kulit kita semakin kusam, atau bahkan memicu ketidakteraturan fase menstruasi, maka bisa dipastikan diet yang kita lakukan sangat tidak sehat dan harus segera dihentikan.

Mudah tersinggung
Tak hanya membuat tubuh semakin sehat dan bugar, diet juga seharusnya membuat suasana hati kita stabil. Sayangnya, karena kita melakukan diet yang buruk, tubuh menjadi kelaparan sehingga kadar gula dalam darah juga menurun drastis. Tubuh pun akan lebih mudah mengalami stress dan membuat kita mudah marah, mudah tersinggung, dan lebih moody.

Memiliki obsesi kurus yang tak masuk akal
Meskipun tujuannya memang menurunkan berat badan, ada baiknya kita tidak terjebak dalam angka-angka atau ukuran yang justru membuat kita terobsesi untuk kurus sehingga melupakan tahapan diet yang sehat dan bertahap. Jika kita memiliki obsesi berlebihan, bisa jadi kita menghindari asupan makanan yang justru sangat penting bagi kesehatan tubuh kita.

 



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Benarkah Menelan Sperma Pasangan Bisa Membantu Wanita Mengatasi Masalah Susah Tidur?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-pasangan-seks-couple

DokterSehat.Com – Salah satu sesi pemanasan berhubungan intim yang kerap dilakukan oleh pasangan adalah dengan melakukan seks oral. Bagi wanita, seks oral yang bisa dilakukan adalah dengan menghisap penis pasangannya. Sementara itu, bagi pria, seks oral bisa didapatkan dengan cara menggelitiki vagina pasangannya. Menurut pakar kesehatan seksual, cukup banyak pria yang ternyata terpuaskan dengan seks oral dari pasangannya.

Tak hanya memuaskan, seks oral ternyata bisa memberikan beberapa manfaat bagi kesehatan, khususnya bagi kaum wanita. Menurut hasil penelitian yang dilakukan di State University of New York, diketahui bahwa wanita yang melakukan seks oral hingga akhirnya bisa menelan sperma pasangannya ternyata bisa mendapatkan dampak positif berupa kepuasan batin hingga membuat mereka lebih awet muda.

Penelitian lainnya yang dilakukan di Albany Campus University yang melibatkan 300 siswa perempuan selama beberapa bulan, menghasilkan fakta dimana para siswa perempuan yang mau menelan sperma pasangan prianya saat berhubungan intim akan cenderung lebih baik dalam mencegah depresi dan berbagai masalah kesehatan mental lainnya. Dalam penelitian ini, diketahui bahwa siswa perempuan yang lebih sering berhubungan intim akan cenderung lebih berbahagia, lebih sehat, memiliki berat badan yang ideal, dan memiliki kemampuan kognitif otak yang jauh lebih baik.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Menurut penelitian ini, di dalam sperma ternyata ada hormon estrone dan oksitosin yang bisa memberikan sensasi kenikmatan pada kaum wanita. Selain itu, ada pula hormon serotonin dan thyrotropin yang bisa berfungsi sebagai antidepresan. Di dalam sperma ternyata juga terdapat hormon kortisol yang bisa melawan stress dan hormon melatonin yang bisa membuat wanita mampu mendapatkan waktu tidur yang lebih berkualitas. Karena alasan inilah banyak wanita yang menelan sperma pasangannya saat berhubungan intim cenderung lebih mudah mendapatkan waktu tidur yang nyenyak.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Ini Reaksi yang Terjadi Pada Otak Jika Kita Mengkonsumsi Minuman Beralkohol

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-penyakit-hati-alkoholik-jantung

DokterSehat.Com – Ada sebuah pepatah yang menyebutkan jika seseorang yang sedang dalam pengaruh alkohol cenderung lebih jujur dalam mengungkapkan isi hatinya jika dibandingkan dengan saat mereka tersadar. Menurut pakar kesehatan, reaksi setiap orang saat mengkonsumsi alkohol memang berbeda-beda. Ada yang mengaku mendapatkan inspirasi atau ide baru, namun, lebih banyak orang yang akhirnya kehilangan fokus dan justru meracau dan berjalan sempoyongan. Sebenarnya, seperti apakah reaksi yang terjadi pada otak andai kita mengkonsumsi minuman beralkohol?

Pakar kesehatan menyebutkan jika minuman beralkohol memang bisa memicu stimulasi pada bagian otak tertentu, yakni bagian korteks serebral. Sebagai informasi, bagian otak ini berfungsi sebagai pengendali pikiran, bahasa, sekaligus interaksi antar manusia. Andai kita mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, maka bagian otak ini akan cenderung bereaksi dan menjadi lebih kreatif. Hanya saja, kekreatifan setiap orang inilah yang berbeda-beda. Ada yang mengaku mendapatkan inspirasi dan ide-ide baru yang bermanfaat, namun, ada pula yang akhirnya justru melakukan hal-hal gila dan di luar nalar.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Saat kita mengkonsumsi minuman beralkohol, kita akan cenderung menurunkan rasa khawatir pada keadaan lingkungan sekitar sehingga otak pun bisa lebih fokus untuk membentuk ide atau menciptakan inspirasi. Sayangnya, meskipun terlihat bisa memberikan dampak positif karena membuat otak mampu berinovasi, dalam realitanya konsumsi alkohol secara berlebihan bisa membuat kita kurang fokus pada satu hal dan justru bisa membuat kita tidak waspada dengan kondisi sekitar. Karena alasan inilah cukup banyak orang yang mabuk namun mengalami kecelakaan baik itu saat berjalan atau berkendara. Selain itu, kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol juga bisa membuat penurunan daya ingat dengan signifikan.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Terlalu Sering Melakukan Operasi Plastik Membuat Pria Ini Sulit Bernafas

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-rodrigo-alves-ken
Photo Credit: Twitter/ Rodrigo Alves

DokterSehat.Com – Demi memuaskan keinginan untuk memiliki wajah yang tampan atau cantik, kini cukup banyak orang yang rela melakukan operasi plastik. Memang, operasi plastik bisa memperbaiki beberapa bagian wajah yang dianggap kurang sempurna. Sayangnya, melakukan operasi plastik juga bisa memberikan efek samping, apalagi jika dilakukan di tempat yang kurang memadai secara medis. Hal inilah yang terjadi pada seorang pria bernama Rodrigo Alves. Alves yang dijuluki Manusia Boneka Ken karena sudah sangat sering melakukan operasi plastik ini ternyata kini mengalami efek samping berupa kesulitan dalam bernafas.

Photo Credit: Twitter/ Rodrigo Alves

Alves sendiri mengaku jika dirinya terobsesi menjadi boneka Ken, boneka pasangan Barbie. Karena obsesi inilah Ia sering melakukan operasi plastik demi mendapatkan wajah dan tubuh yang mirip layaknya boneka Ken tersebut. Sayangnya, setelah melakukan delapan kali operasi hidung untuk membuat hidungnya mirip dengan boneka Ken, Ia justru kesulitan untuk bernafas.

Alves sendiri mengaku jika selama hidupnya telah melakukan 50 kali operasi rekonstruksi wajah, termasuk diantaranya adalah enam paket implan bagi wajah dan rambut. Ia bahkan mengaku pernah melakukan tiga kali operasi dalam satu hari saja! Demi memuaskan obsesinya ini, Ia telah menghabiskan uang sebesar US$ 500 ribu atau sekitar Rp 6,7 Miliar yang sebagian besar berasal dari warisan kakek dan neneknya.

Karena kesulitan bernafas, pada bulan Juli 2016 lalu Ia melakukan operasi rekonstruksi hidung. Sayangnya, Ia masih kesulitan untuk bernafas sehingga harus melakukan operasi lagi untuk memperbaiki pernafasannya. Alves sendiri mengaku jika berbagai operasi plastik yang dilakukannya memberikan efek domino yang buruk bagi kesehatan. Meskipun mengaku kesehatannya mulai terganggu gara-gara semua operasi ini, Ia mengaku masih harus melakukannya demi memperbaiki pernafasannya.

Pada tahun 2015 silam, Alves sendiri didiagnosis oleh dokter terkena gangguan mental dismorfik tubuh atau body dysmorphic disorder (BDD), kondisi dimana seseorang terobsesi dengan ketidaksempurnaan pada penampilannya. Karena alasan inilah Ia ‘tergila-gila’ untuk melakukan operasi plastik. Kini, alih-alih mendapatkan wajah dan tubuh sempurna layaknya Boneka Ken, Alves justru masih harus melakukan berbagai operasi demi memperbaiki apa yang telah rusak pada tubuhnya gara-gara operasi terdahulu.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Bingung Karena Bayinya Tiba-Tiba Tak Mau Menyusu, Ibu Ini Ternyata Terkena Kanker

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Payudara Gatal Sebelah Kanan & Payudara Gatal Sebelah Kiri - DokterSehat

DokterSehat.Com – Susan Boyle, wanita berusia 26 tahun dari Staffordshire, Inggris ini, sedang dalam masa yang sangat berbahagia mengingat Ia baru saja melahirkan seorang putra. Hanya saja, kebahagiaan ini hanya bertahan selama enam bulan saja. Pada saat itu, bayi yang Ia beri nama Teddy ini tiba-tiba saja menolak untuk menyusu meskipun Susan sudah mencoba berbagai posisi apapun saat menyusui. Saat itulah Ia meraba-raba payudaranya untuk mencari tahu apakah ada yang salah dan akhirnya menemukan adanya benjolan keras yang sangat mencurigakan.

Sebenarnya, pada tahun 2013 silam, dokter sempat berkata pada Susan jika Ia memiliki tumor jinak di payudara kirinya. Sayangnya, meskipun Susan sudah meminta pemeriksaan ulang, dokter ini berkata bahwa Susan tidak perlu mengkhawatirkan tumor tersebut. Setelah menemukan adanya benjolan dan perubahan pada payudaranya ini, Ia pun akhirnya meminta pemeriksaan biopsi pada dokter lainnya. Saat inilah Ia benar-benar didiagnosis terkena kanker payudara.

Meskipun merasa sedih karena terkena kanker payudara, Ia merasa beruntung karena berkat buah hatinya yang benar-benar tidak mau menyusu, Ia menjadi curiga dan mau memeriksa kondisi payudaranya. Kini, Susan pun secara rutin melakukan terapi pengobatan demi menghilangkan kanker payudara ini.

Catherine Priestley yang berasal dari Breast Cancer Care berkata bahwa kasus yang terjadi pada Susan sebenarnya cukup banyak terjadi pada ibu menyusui lainnya. Cukup banyak bayi yang tak lagi mau menyusu sebelum ibunya terdiagnosa penyakit kanker. Menurut Catherine, meskipun dalam dunia medis belum ada penelitian yang membuktikan bahwa bayi tiba-tiba tak mau menyusu karena bisa merasakan perubahan pada payudara yang berkaitan dengan masalah kesehatan yang berbahaya layaknya kanker, ada baiknya memang setiap ibu menyusui mulai curiga dan memeriksakan kondisinya andai bayi tak mau menyusu secara tiba-tiba.

 



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Wabah Difteri Menyerang Beberapa Warga Aceh

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-rumah-sakit-emergensi-darurat

DokterSehat.Com – Dinas Kesehatan Aceh baru-baru ini dikejutkan dengan ditemukannya beberapa warga Aceh yang terkena penyakit difteri. Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan mengingat penyakit ini bisa menular, pasien difteri yang dirawat di rumah sakit pun akhirnya dipindahkan ke ruang isolasi.

RS Dr. Zainal Abidin adalah salah satu rumah sakit yang cukup banyak merawat pasien difteri tersebut. Tercatat, pada hari Selasa 21 Februari 2017 ini, terdapat 17 pasien difteri yang telah dirawat semenjak bulan Januari lalu. Wakil Direktur dari Rumah Sakit tersebut, Azharuddin, menyebutkan jika hingga kini, masih ada lima pasien yang dirawat di ruang isolasi demi mencegah penularan penyakit ini pada pasien lain atau bahkan pada tenaga medis. Kelima pasien ini sendiri adalah rujukan dari berbagai daerah, yakni dari Aceh Utara, Aceh Timur, dan juga Pidie.

Pihak rumah sakit dr. Zainal Abidin sendiri memiliki ruangan isolasi dengan kapasitas enam tempat tidur. Hanya saja, karena adanya cukup banyak penderita difteri, maka banyak pasien yang keluar masuk dari ruang isolasi ini. Beruntung, sudah ada beberapa pasien yang dikeluarkan dari ruangan isolasi tersebut karena kondisinya semakin membaik.

Dari 17 pasien difteri yang sudah dirawat rumah sakit tersebut, dua diantaranya meninggal dunia. Pakar kesehatan sendiri berkata jika penyakit difteri ini cukup mematikan dan andai tidak ditangani secara medis dengan cepat, dikhawatirkan akan membuat penderitanya mengalami hambatan saluran pernafasan atau bahkan peradangan pada otot jantung yang sangat mematikan.

Penyakit difteri sendiri disebabkan oleh bakteri yang bernama Corynebacterium Diphteriae. Gejala awal yang harus diwaspadai dari penyakit ini adalah munculnya demam, sakit kepala, dan juga batuk-batuk.  Biasanya, penderita difteri akan kesulitan dalam bernafas dan menelan. Jika kondisinya sudah parah, leher penderitanya akan membengkak dan muncul selaput pada mulutnya.

Vaksinasi DPT yang biasanya sudah diberikan semenjak anak-anak bisa mencegah datangnya penyakit yang cukup ganas ini.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Cara Membuat Jus Buah Naga Segar Simple

Cara Membuat Jus Buah Naga Segar Simple merupakan tutorial bagaimana membuat buah naga menjadi segar. Alternatif untuk anda yang bosan denga...